Rieke Diah Pitaloka Minta Polisi Usut Tuntas Kasus Perampokan Janggal di Bekasi
Radar Media Digital - Kompas.tv
Penulis : Mareta Galuh Ayuningtyas | Editor : Gading Persada
BEKASI, KOMPAS.TV - Kasus perampokan tewasnya pegiat anti korupsi kini menuai perhatian dari pihak anggota DPR RI. Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi XIII DPR RI meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus perampokan yang terjadi di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (2/3/2026) dini hari lalu.
Menurut Rieke seperti dikutip dari tayangan video KompasTV, Kamis (5/3), kasus ini dinilai janggal jika hanya disebut perampokan biasa. Pasalnya, korban selama hidupnya telah dikenal sebagai pegiat anti korupsi, bahkan sebulan sebelum kematiannya almarhum masih aktif menyuarakan dugaan korupsi hingga diundang sebagai pembicara disebuah podcast.
Korban diketahui bernama Ermanto Usman, seorang pensiunan dari Jakarta International Container Terminal (JICT) yang hidup bertiga bersama istri dan seorang anaknya di rumah. Sepanjang hidunya dikenal aktif menyuarakan isu pemberantasan korupsi bahkan di akhir masa pensiunnya. Kronologi awal dilaporkan oleh sang anak korban langsung dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang melihat kondisi ayah dan ibunya tergeletak.
Baca Juga: Rieke Diah Minta Polisi Usut Tuntas Perampokan Pasutri di Bekasi: Indikasi Kuat Bukan Pencurian!
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pihaknya bersama Subdit Resmob (Reserse Mobile) dan Subdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya telah turun tangan dalam menangani kasus tersebut. Hingga kini aparat masih mendalami dan mengumpulkan fakta atas kasus dugaan perampokan yang melanda korban.
"Benar, saat ini Polres Metro Bekasi Kota bersama Subdit Jatanras dan Subdit Resmob Polda Metro Jaya tengah melaksanakan penyelidikan terkait kasus tersebut," ungkapnya dikutip dari ANTARANews, Kamis (5/3/206).
Pihaknya masih melakukan penyelidikan berupa mengumpulkan fakta, mengungkap motif perampokan, hingga melakukan penangkapan pelaku.
"Untuk pelakunya masih dalam penyelidikan, termasuk jumlah (pelaku). Jadi yang temukan terlebih dahulu itu adalah anak perempuannya yang tinggal di situ. Jadi, bertiga mereka tinggal," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Andi Muhammad Iqbal dikutip dari ANTARANews.
Ia juga menambahkan, kejadian ini bermula dari sang anak yang merasa curiga kenapa kedua orang tuanya tak merespon saat dipanggil. Dalam pantauan awal, polisi melaporkan ada luka-luka yang ditemui pada tubuh korban diduga berasal dari hantaman benda tumpul, namun pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari rumah sakit.
Baca Juga: Analisis Susno Duadji soal Teka-teki Perampokan Sadis Tewaskan 1 Orang di Bekasi
Tak heran jika, Rieke Diah Pitaloka menganggap kasus ini janggal dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kematian korban. Ia menyoroti tidak adanya barang berharga lainnya yang hilang sehingga tak mungkin jika ini dianggap sebagai perampokan biasa.
"Kami berharap penyidikan yang dilakukan juga ee dengan dengan komprehensif begitu, indikasi kuat ini bukan pencurian, tidak ada barang yang hilang. Jangan ada yang memframing ini perampokan. Ini bukan perampokan," tegasnya dikutip dari YouTube KompasTV, Kamis (5/3/2026).
Menurut keterangan anggota keluarga, Kakak korban Dalsaf Usman mengatakan ia menyarehkan kasus ini sepenuhnya pada pihak kepolisian. Yang pasti keluarga sangat mengenal Ermanto Usman sebagai sosok yang berani menyuarakan pemberantasan korupsi hingga aktif mengungkap berbagai dugaan kasus korupsi.
"Dia adalah pegiat anti korupsi. Namun sepenuhnya tentunya keluarga kami tidak dalam kapasitas untuk menyampaikan menyatakan apakah ini perampokan memang apakah pembunuhan berencana. Ini ni ini pemainnya polisi ya. Kami silakan nanti ya tanyakan ke pihak penyidik ya, ya termasuk hasil otopsinya kami juga enggak dapat itu semuanya menjadi kewenangan daripada kepolisian," pungkas Dalsaf dikutip dari YouTube KompasTV.
Hingga kini, pihak kepolisian masih terus mengambangkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik kejadian tersebut.
"Semua masih dalam penyelidikan ya. Mohon waktu ya. Mohon dukungannya. Kalau ada saksi-saksi yang bisa memberikan keterangan dan lainnya informasi-informasi, kami e dengan senang hati bisa untuk menampung," ujar Komber Kusumo Wahyu Bintoro dikutip dari YouTube KompasTV.
TAG : polres metro bekasi anggota dpr ri rieke diah pitaloka perampokan pasutri bekasi pegiat anti korupsi penyelidikan kasus
Sumber : Kompas TV




