Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Ekonomi Digital
Sumber Foto: Radar Bojonegoro
Radar Digital

Pasar Tradisional di Tengah Gempuran Ekonomi Digital

Radar Media Digital - Pasar tradisional masih berfungsi sebagai tulang punggung perekonomian rakyat, meskipun menghadapi tantangan dari ekonomi digital yang semakin meluas. Masyarakat terus memilih pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlihat dari tingginya kunjungan pembeli.

Awal Kejadian

Di Bojonegoro, pemerintah daerah menginisiasi proyek strategis untuk revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro dengan alokasi anggaran mencapai Rp80 miliar. Proyek ini merupakan salah satu dari delapan proyek strategis daerah yang dicanangkan oleh Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah. Rencana pembangunan mencakup tiga lantai dengan konsep yang lebih teratur dan representatif.

Perkembangan

Pasar Kota Bojonegoro, yang terakhir kali dibangun pada 1990-an, kini membutuhkan perbaikan karena kondisi bangunannya yang mulai lapuk. Sebelumnya, hanya dilakukan rehabilitasi kecil-kecilan oleh bupati yang pernah menjabat. Dengan adanya pembangunan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan ekonomi masyarakat serta minat berbelanja di pasar tradisional.

Kondisi Terakhir

Pasar tradisional masih memiliki daya tarik untuk produk segar dengan harga yang lebih murah dan bisa ditawar. Namun, situasi berbeda dialami oleh para pedagang pakaian di pasar tradisional yang mengalami penurunan omzet signifikan. Generasi milenial dan Gen Z cenderung enggan membeli pakaian di pasar tradisional, lebih memilih kenyamanan berbelanja di supermarket dan marketplace, yang menawarkan kemudahan tanpa perlu tawar-menawar. Pedagang kini dituntut untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap bersaing di era digital.