Penemuan Kerangka Manusia di Hutan Kuansing, Polisi Lakukan Penyelidikan
Radar Media Digital - PEKANBARU, KOMPAS.com - Warga Desa Bukitraya, Kecamatan Singingi Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, digegerkan dengan penemuan kerangka manusia, Rabu (4/3/2026).
Polsek Singingi dan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuansing, telah turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi masih menyelidiki apakah kerangka manusia tersebut korban pembunuhan atau bukan.
"Kami kami selidiki. Kerangka yang ditemukan kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk dilakukan autopsi dan pemeriksaan forensik guna memastikan identitas serta penyebab kematian," kata Kapolsek Singingi Hilir, Iptu Alferdo Krisnata Kaban ketika dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Kamis (5/3/2026).
Alferdo menjelaskan, kerangka manusia ditemukan di semak dalam hutan tanaman industri (HTI) milik perusahaan.
Kerangka manusia ditemukan oleh sejumlah pekerja yang sedang bekerja membersihkan gulma pada sore hari.
Salah pekerja menemukan tulang belulang yang berserakan di sekitar lokasi kerja, tidak jauh dari aliran sungai kecil.
Temuan tersebut kemudian dilaporkan secara berjenjang kepada pihak manajemen perusahaan.
Malam harinya, pihak perusahaan menemukan satu unit sepeda motor Suzuki Smash tanpa nomor polisi yang terparkir di areal tanaman eukaliptus. Rantai sepeda motor digembok dan kepala busi dicabut.
"Kerangka manusia ditemukan dalam kondisi berserakan dengan jarak sekitar 300 meter dari kendaraan tersebut," sebut Alferdo.
Di sekitar lokasi juga ditemukan papan asbuk atau talang pencari butiran emas, dan satu helai baju.
Berdasarkan hasil identifikasi awal dan keterangan saksi berinisial SM (33), sepeda motor yang ditemukan diduga kuat milik seorang warga Desa Bukitraya, berinisial T (47).
Yang bersangkutan sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polsek Singingi Hilir pada 18 Februari 2026.
Dalam laporan itu, disebutkan bahwa T diketahui sehari-hari bekerja sebagai pendulang emas dengan lokasi yang berpindah-pindah.
Pihak kepolisian telah melakukan sejumlah tindakan penyelidikan, termasuk menghubungi keluarga yang bersangkutan.
"Proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku. Kami juga mengimbau masyarakat, agar tetap tenang serta tidak berspekulasi sebelum hasil resmi dari pemeriksaan forensik diumumkan," tambah Alferdo.




