Kepala HAM PBB Desak AS Lakukan Penyelidikan Transparan atas Serangan Sekolah di Iran
Radar Media Digital - JAKARTA - Kepala Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Hari Jumat menekankan perlunya "penyelidikan yang tidak memihak" atas serangan terhadap sebuah sekolah di Iran, mendesak Amerika Serikat untuk bertindak "dengan sangat cepat" dengan penyelidikan yang telah diumumkan.
Iran menyalahkan Israel dan Amerika Serikat atas serangan terhadap sekolah dasar putri di Kota Minab, Iran, pada hari pertama perang Sabtu lalu, dengan jumlah korban tewas lebih dari 150 orang.
Baik AS maupun Israel belum mengatakan mereka berada di balik serangan itu, meskipun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pada Hari Senin Pentagon sedang menyelidiki peristiwa itu.
Kepala HAM PBB Volker Turk mengutuk serangan terhadap Sekolah Putri Shajareh Tayyebeh di Kota Minab sebagai "insiden yang benar-benar tragis."
"Yang kami minta jelas adalah penyelidikan yang cepat, transparan, dan tidak memihak, yang kami pahami telah diumumkan oleh Amerika Serikat," katanya kepada wartawan di Jenewa, melansir Al Arabiya dari AFP (6/3).
"Kita perlu ini terjadi dengan sangat cepat dan kita juga perlu memastikan adanya pertanggungjawaban serta ganti rugi bagi para korban," tegasnya.
Lebih Turk mengatakan ada "kekhawatiran signifikan tentang penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, terutama perilaku permusuhan (dan) tindakan pencegahan, pembedaan dan proporsionalitas apa yang diambil."
Mengenai sekolah, katanya, itu "jelas merupakan lembaga sipil yang seharusnya tidak pernah diserang."
"Kemudian ada pertanyaan seputar jenis senjata yang digunakan, serta waktunya," katanya, menunjukkan serangan itu "terjadi di pagi hari", pada saat anak-anak kemungkinan besar berada di sekolah.
"Faktor-faktor ini perlu diperhitungkan," katanya.
Ada "pelajaran mengerikan dan tragis yang harus dipetik ketika anak perempuan dibunuh dengan cara ini," kata Turk.
Kepala HAM PBB menambahkan, ia berharap "tidak hanya akan ada jaminan tidak terulangnya kejadian serupa, tetapi juga peninjauan terhadap semua prosedur operasi standar terkait masalah semacam ini."
Turk mengatakan kantornya sejauh ini hanya memiliki sedikit detail, karena tidak memiliki kehadiran di Iran, dan pemadaman internet yang sedang berlangsung semakin mempersulit perolehan informasi.
"Tanggung jawab sekarang benar-benar berada pada mereka yang melakukan serangan ini untuk melakukan investigasi semacam ini," katanya.
"Kami mengharapkan pertanggungjawaban ditegakkan," tandas Turk.




