Kenaikan Yield SUN Dipicu Ketegangan Geopolitik di Timur Tengah
Radar Media Digital - Bloomberg Technoz, Jakarta - Aksi jual terjadi di pasar surat utang negara (SUN) menyusul sentimen risk-off di pasar negera berkembang (emerging markets) lantaran eksalasi perang terbuka antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran.
Imbal hasil (yield) mengalami kenaikan di hampir semua tenor. Tenor 1Y mengalami kenaikan 3,7 basis poin (bps) ke 5,13%, tenor 4Y naik 3,8 bps ke 5,78%, kemudian tenor 2Y juga naik 1,9 bps menjadi 5,12%.
Kenaikan berlanjut pada tenor 6Y-10Y yang berada di rentang 6,03% hingga 6,44%. Sementara itu, tenor panjang cenderung lebih stabil dengan kenaikan terbatas. Imbal hasil tenor 15Y berada di 6,6% sementara tenor 20Y naik menjadi 6,64%, seperti dalam gambar berikut.
Di pasar obligasi, kenaikan yield berarti harga sedang turun karena minimnya permintaan atau tekanan jual.
Kondisi ini mencerminkan premi risiko jangka panjang yang masih tinggi. Kenaikan yang terjadi di semua tenor pendek bahwa investor saat ini terbang meninggalkan aset-aset berisiko seperti di pasar Indonesia lantaran ketidakstabilan geopolitik.
Baca Juga
Pemerintah RI Akan Lelang Surat Utang, Target Raup Rp33 Triliun
Rupiah Memang Terlalu Lemah, Mestinya Rp15.400-an/US$
Risk-Off Menguat, Data Asia hingga AS Jadi Penentu Arah Pasar
Next article →




