Serangan Iran Terhadap Pangkalan AS: 4 Tentara Tewas dan Kerusakan Besar
Nasional

Serangan Iran Terhadap Pangkalan AS: 4 Tentara Tewas dan Kerusakan Besar

Radar Media Digital - 4 Tentara Amerika Tewas, Sejauh Mana Iran Telah Membombardir Pangkalan AS di Timur Tengah?

SERAMBINEWS.COM – Hanya beberapa jam setelah Washington meluncurkan Operasi Epic Fury terhadap Iran, Teheran membalas dengan serangan rudal balistik dan ratusan drone yang menyasar pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai negara Timur Tengah.

Eskalasi ini menandai babak baru konflik terbuka antara kedua negara.

Pemerintah AS mengonfirmasi sedikitnya empat tentaranya tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan tersebut.

Sejumlah fasilitas militer dan peralatan strategis dilaporkan hancur atau mengalami kerusakan berat dengan nilai kerugian ditaksir mencapai miliaran dolar.

Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, menyatakan serangan tersebut sebagai “pelajaran tak terlupakan” bagi Washington dan menyebut Amerika serta Israel akan “menyesali perbuatan mereka”.

19 Pangkalan AS dalam Jangkauan

Saat ini, AS mengoperasikan 19 pangkalan militer permanen dan sementara di kawasan Timur Tengah.

Pangkalan terbesar adalah Al Udeid Air Base di Qatar, yang menampung sekitar 10.000 personel dan menjadi pusat komando garis depan United States Central Command (CENTCOM).

Delapan pangkalan permanen berada di Bahrain, Mesir, Irak, Yordania, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Pada pertengahan 2025, jumlah personel militer AS di kawasan itu diperkirakan mencapai 40.000–50.000 orang.

Selain itu, dua kapal induk bertenaga nuklir—USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford—dikerahkan di Teluk Persia dengan lebih dari 130 jet tempur.

Iran menyatakan seluruh pangkalan AS di kawasan tersebut sebagai “target sah”.

Hingga kini, fasilitas di sedikitnya enam negara dilaporkan terdampak serangan.

Bahrain: Markas Armada Kelima Dihantam

Iran meluncurkan rudal balistik Shahed dan UAV yang menargetkan pangkalan Naval Support Activity di Bahrain, yang merupakan markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS.

Citra satelit menunjukkan kerusakan pada sejumlah gudang dan peralatan radar.

You can share this post!