Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi AI Pemantau Isu Publik dan Konten Viral
Deteksi Viral

Mahasiswa UGM Kembangkan Aplikasi AI Pemantau Isu Publik dan Konten Viral

Radar Media Digital - Tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk memantau isu publik dan konten viral secara real time. Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI dengan UGM dalam program Artificial Intelligence Talent Factory (AITF).

Awal Kejadian

Pengembangan aplikasi yang diberi nama Use Case ini dimulai sebagai respons terhadap tantangan besar dalam memantau arus informasi di era digital. Anggota tim pengembang, Gevan, menjelaskan bahwa sistem ini memfasilitasi pemantauan yang sebelumnya sulit dilakukan secara manual.

Perkembangan

Aplikasi ini dirancang untuk melakukan crawling berita dan media sosial, mengelompokkan isu beserta sentimennya, menganalisis narasi pemberitaan, serta menyediakan daily brief yang dapat digunakan sebagai bahan dukungan pengambilan keputusan. Sistem ini mendeteksi tren terkini melalui Google Trends dan Trends24, serta memungkinkan pengguna memasukkan kata kunci tertentu. Teknologi keyword generator kemudian mengembangkan kata kunci turunan untuk mengumpulkan konten dari berbagai sumber.

Data yang diperoleh diproses menggunakan teknologi AI. Gambar diubah menjadi deskripsi melalui fitur image captioning, dan audio ditranskripsikan secara otomatis menggunakan teknologi speech-to-text. Selanjutnya, sistem melakukan klasifikasi isu, pengelompokan sub-isu, serta analisis sentimen, sebelum menampilkan seluruh data dalam dashboard interaktif.

Dashboard tersebut juga dapat mengelompokkan artikel terkait isu serupa, merangkumnya dalam format 5W+1H, serta menyusun laporan harian mengenai isu-isu yang sedang berkembang. Selain itu, aplikasi ini dilengkapi dengan early warning system (EWS) untuk mengidentifikasi lonjakan percakapan yang berpotensi menjadi viral, menggunakan teknologi Large Language Model (LLM) untuk menganalisis pola percakapan.

Kondisi Terakhir

Kepala Pusat Pengembangan Talenta Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Dr. Said Mirza Pahlevi, memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dihasilkan oleh peserta AITF. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan industri dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan. Melalui aplikasi ini, diharapkan pengambilan keputusan dapat menjadi lebih cepat dan berbasis data.

You can share this post!