Literasi Pertahanan Ditekankan dalam Bedah Buku 'Defense Heritage' di President University
Radar Media Digital - Bedah Buku Defense Heritage di President University (foto: dok ist)
A
A
A
Share
Share on mail
JAKARTA – President University menggelar seminar dan diskusi buku bertajuk “Seminar & Discussion of The Defense Heritage Newest Book” pada 26 Februari 2026 di Movieland Lobby, Cikarang. Mengangkat tema “Unpacking Defense Heritage Through Literature”, kegiatan ini menempatkan literasi sebagai pintu masuk untuk membaca ulang konsep pertahanan secara lebih luas dan kontekstual.
Baca Juga:
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Acara ini sekaligus menjadi momen istimewa untuk menandai lima tahun Jeanne Francoise, dosen Hubungan Internasional President University, sebagai doktor perempuan pertama dari Universitas Pertahanan.
Dalam diskusi tersebut, warisan pertahanan tidak hanya dipahami sebagai strategi militer atau kekuatan persenjataan. Lebih jauh, konsep ini mencakup jejak sejarah, identitas kebangsaan, serta narasi budaya yang membentuk cara suatu bangsa memaknai dirinya dan memandang tantangan global.
Baca Juga:
Singgung Piagam PBB, Dubes Iran Tegaskan Hak Serang Balik Basis Militer AS
Sesi pembukaan diawali sambutan Sigit, selaku Ketua Program Studi Hubungan Internasional President University yang mewakili Rektor. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Jeanne Francoise.
Dari pihak penyandang dana, hadir Petrus Gunarso, Masri Sareb Putra, serta Mering Alexander. Ketiganya menekankan pentingnya literasi sebagai medium membangun kesadaran strategis, terutama dalam memahami isu-isu pertahanan yang kian kompleks.
Baca Juga:
Militer Myanmar Beri Amnesti untuk 10 Ribu Tahanan




