Radar Media Digital - Kasus penyekapan dan penganiayaan berat terhadap seorang perempuan berinisial YTT, 29, di Cileunyi, Kabupaten Bandung, menarik perhatian setelah korban ditemukan dalam kondisi kritis setelah hilang selama hampir tiga tahun. Korban diduga disekap dan mengalami kekerasan berulang oleh kekasihnya berinisial TH, yang saat ini masih dalam pengejaran pihak kepolisian setelah ditetapkan sebagai terduga pelaku.
YTT dilaporkan hilang dan ditemukan dalam keadaan kritis setelah mengalami penyekapan yang berlangsung selama tiga tahun. Selama periode tersebut, dia diduga mengalami kekerasan berulang oleh pacarnya, TH.
Menanggapi kasus ini, Direktur Eksekutif Women’s Crisis Center (WCC) Palembang, Yesi Ariyani, menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan tidak dapat ditolerir, terutama jika mengakibatkan cacat permanen. Ia menjelaskan bahwa kekerasan dalam hubungan pacaran sering kali dimulai dari kontrol yang halus, yang dapat berkembang menjadi kekerasan serius dan penyekapan.
Yesi juga menyoroti kelemahan dalam sistem perlindungan saat ini, termasuk lambatnya deteksi dini di lingkungan keluarga dan masyarakat, serta rendahnya kepedulian masyarakat untuk melaporkan kekerasan. Ia mendorong masyarakat untuk melapor ke pihak berwenang jika mencurigai adanya kekerasan, serta memberikan dukungan kepada korban agar berani mencari pertolongan.