Juventus Terpuruk 5-2 di Kandang Galatasaray, Pertahanan Dipertanyakan
Sumber Foto: Mureks
Nasional

Juventus Terpuruk 5-2 di Kandang Galatasaray, Pertahanan Dipertanyakan

Istanbul, Turki – Juventus menelan pil pahit dalam lawatan mereka ke markas Galatasaray di Rams Park Stadyumu pada leg pertama babak play-off Liga Champions UEFA 2025/2026, Selasa (17/2/2026). Tim berjuluk ‘Si Nyonya Tua’ itu dihancurkan dengan skor telak 5-2, sebuah hasil yang menyoroti rapuhnya lini pertahanan mereka.

Drama Tujuh Gol dan Kartu Merah yang Mengubah Segalanya

Pertandingan berlangsung dinamis sejak awal. Galatasaray berhasil unggul lebih dulu pada menit ke-15 melalui gol Gabriel Sara. Namun, Juventus merespons cepat. Hanya berselang satu menit, Teun Koopmeiners berhasil menyamakan kedudukan. Gelandang asal Belanda itu bahkan membawa Juventus berbalik unggul 2-1 pada menit ke-32, yang menjadi skor penutup babak pertama.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Memasuki babak kedua, dominasi Juventus runtuh. Galatasaray menyamakan kedudukan melalui gol Noa Lang yang memanfaatkan bola muntah. Titik balik krusial terjadi pada menit ke-67 ketika bek Juventus, Juan Cabal, menerima kartu kuning kedua dan harus keluar lapangan, membuat timnya bermain dengan 10 orang. Kehilangan satu pemain dimanfaatkan secara maksimal oleh Galatasaray. Davinson Sánchez mencetak gol ketiga melalui sundulan, diikuti oleh gol kedua Noa Lang, dan ditutup oleh tendangan keras Sacha Boey pada menit ke-86. Skor akhir 5-2 untuk kemenangan Galatasaray.

Pertahanan Juventus: ‘Mundur Tiga Langkah’ dan Rekor Buruk

Kekalahan telak ini menjadi cerminan masalah serius di lini belakang Juventus. Menurut laporan, Galatasaray hanya membutuhkan sembilan tembakan tepat sasaran untuk mencetak lima gol ke gawang Michele Di Gregorio. Ini juga menandai pertama kalinya Juventus kebobolan lima gol atau lebih dalam kompetisi Eropa sejak musim 1958/1959, sebuah anti-rekor negatif yang mengkhawatirkan.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, tidak menutupi kekecewaannya. Ia secara blak-blakan menyatakan, “Ini bukan satu langkah mundur, tapi tiga langkah mundur malam ini.” Spalletti juga menyoroti filosofi bermain timnya. “Saya yakin kami bisa meringankan beban pertahanan jika kami berhasil memainkan sepak bola. Jika kami membangun barikade dan melakukan serangan balik, kami tidak memiliki pemain yang cocok untuk pendekatan semacam itu, kami tidak memiliki pemain yang cukup solid untuk tidak membiarkan apa pun lewat,” ujarnya. Ia menekankan pentingnya mengambil keputusan sederhana, seperti membuang bola saat dalam bahaya ekstrem, daripada selalu mencoba membangun serangan dari belakang.

Performa individu juga menjadi sorotan, terutama Juan Cabal yang mengalami ’22 menit mimpi buruk’ dengan dua kesalahan krusial dan kartu merah. Statistik pertandingan menunjukkan Juventus hanya menguasai 38,2% bola berbanding 61,8% milik Galatasaray, serta hanya melepaskan 7 tembakan berbanding 22 tembakan tuan rumah. Selain itu, Gleison Bremer juga harus ditarik keluar pada babak pertama karena masalah otot.

Tugas Berat Menanti di Turin

Kekalahan ini menempatkan Juventus dalam posisi yang sangat sulit untuk leg kedua yang akan berlangsung di Turin pada Rabu, 25 Februari 2026. Mereka harus membalikkan defisit tiga gol untuk bisa melaju ke babak selanjutnya Liga Champions. Hasil ini juga menambah tekanan pada Spalletti dan skuadnya, yang sebelumnya tercatat tanpa kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi. Galatasaray, di sisi lain, kini memiliki keuntungan besar dan selangkah lebih dekat untuk mencapai babak 16 besar Liga Champions untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade.