Chelsea Harus Perbaiki Pertahanan Setelah Kebobolan dari Bola Mati
Radar Media Digital - MerahPutih.com - Liam Rosenior pasti menyesali taktik bola mati yang gagal diterapkan, setelah kekalahan Chelsea dari Arsenal dengan skor 2-1, pada Minggu (1/3) malam WIB.
The Blues dikalahkan oleh rival abadinya itu dalam pertandingan yang menampilkan tiga gol dari tendangan sudut.
9 Pemain Chelsea Dapat Kartu Merah Musim ini
Mantan pelatih Chelsea, Enzo Maresca, selalu menyatakan bahwa Chelsea tidak memiliki masalah disiplin, meskipun ia sendiri mendapat kartu merah.
Namun, kartu merah Pedro Neto makin telah menegaskan, bahwa The Blues kini memiliki sembilan pemain berbeda yang diusir keluar lapangan musim ini, kemudian tujuh di antaranya berasal dari Premier League.
Maresca juga menyebutkan, bahwa setiap orang harus melihat setiap kartu merah dalam konteksnya. Kali ini, salah satu pemain mereka yang lebih berpengalaman bersalah karena kehilangan kendali.
Awalnya, Neto mendapat kartu kuning karena terlalu banyak protes setelah gol kedua Arsenal. Kemudian, ia menjatuhkan Gabriel Martinelli beberapa menit kemudian.
Sebenarnya, kartu kuning karena pelanggaran pertama sebenarnya bisa dihindari. Hal tersebut membuat timnya bermain dengan 10 pemain, padahal mereka punya banyak waktu untuk mencari gol penyeimbang.
Lalu, banyak pula yang bertanya-tanya seberapa besar kerugian yang ditimbulkan oleh kartu merah Wesley Fofana melawan Burnley pekan lalu.
Arsenal bisa diakui merupakan raja bola mati. Namun, mereka sebenarnya tidak perlu melakukan sesuatu yang istimewa untuk mencetak dua gol dari tendangan sudut.
Kapten The Blues, Reece James, sangat ampuh dalam situasi bola mati. Hal itu bisa dibuktikan lewat golnya di pertandingan tersebut.
Namun, kegagalan James untuk mengikuti pergerakan Gabriel di tiang belakang, memungkinkan bek Arsenal itu menyundul bola ke gawang, ketika William Saliba dan Mamadou Sarr mengalihkan bola ke gawang di antara mereka.
Neto bisa mengeluh sesuka hatinya, tetapi tidak ada pemain Arsenal yang melakukan kesalahan dalam gol yang terbukti menjadi gol kemenangan.
Tidak ada yang menyerang umpan Declan Rice, kemudian Robert Sanchez tidak tahu apakah harus menendang atau memutar. Jadi, Jurrien Timber bebas untuk menyundul bola masuk ke gawang.
Chelsea memiliki salah satu rekor terburuk di Premier League dalam hal kebobolan gol dari bola mati. Jadi, Liam Rosenior sekarang harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya.
Rosenior membuat keputusan aneh dengan meminta timnya untuk membangun serangan dari belakang di Emirates pada leg pertama semifinal Piala Carabao, yaitu pertandingan keduanya sebagai pelatih.
Pada pertandingan itu, Sanchez tampak tidak nyaman sejak awal dengan bola di kakinya, kemudian melakukan dua kesalahan yang akhirnya merugikan timnya.
Ini adalah cerita yang serupa. Melawan Arsenal yang diakui Rosenior sebagai salah satu tim terbaik di dunia dalam melakukan pressing tinggi, Sanchez hampir memberikan gol kepada Viktor Gyokeres di awal pertandingan.
Lalu, kurangnya kepercayaan diri kiper Spanyol itu saat melakukan umpan pendek menentukan jalannya babak pertama yang menegangkan.




