Upaya Deteksi dan Pencegahan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Serdang Bedagai
Sumber Foto: Media Center Serdang Bedagai
Deteksi Viral

Upaya Deteksi dan Pencegahan Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Serdang Bedagai

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau Foot and Mouth Disease (FMD) adalah penyakit viral yang menyerang hewan ternak ruminansia, seperti sapi, kambing, dan domba. Saat ini, wabah PMK tengah menjadi perhatian, terutama di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Sumatera Utara, yang merupakan salah satu sentra potensi ternak di provinsi tersebut.

Bupati Sergai, H Darma Wijaya, menyikapi isu ini dengan menginstruksikan instansi terkait untuk menggelar rapat koordinasi pada 20 Mei 2022, guna meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran PMK. Dalam rapat tersebut, dibahas langkah-langkah yang perlu diambil untuk melindungi hewan ternak di daerah tersebut.

Berdasarkan data, populasi ternak di Kabupaten Sergai mencapai 160.394 ekor, terdiri dari sapi potong, kerbau, kambing, dan domba. Namun, laporan terbaru menunjukkan adanya indikasi penyebaran wabah PMK di wilayah ini, dengan 61 ekor ternak terinfeksi yang tersebar di beberapa kecamatan.

Dampak Wabah PMK

Wabah PMK dapat menyebabkan kerugian ekonomi yang signifikan, antara lain:

  • Penurunan produktivitas ternak
  • Infertilitas dan aborsi pada ternak
  • Kematian ternak
  • Penurunan bobot badan ternak

Sosial masyarakat juga terdampak, terutama dalam hal konsumsi daging dan produk turunan ternak yang menurun akibat langkah-langkah pencegahan penyakit ini.

Langkah Kewaspadaan yang Diterapkan

Pemerintah Kabupaten Sergai telah menetapkan enam langkah kewaspadaan untuk mencegah dan mendeteksi dini wabah PMK:

  • Melakukan pengawasan lalu lintas ternak dan produk ternak di pintu masuk dan keluar Sergai.
  • Memberikan pendampingan dan pembinaan kepada peternak.
  • Meminimalisir pergerakan ternak antar kecamatan dan desa.
  • Melaporkan segera jika ada kecurigaan kasus PMK pada ternak.
  • Melarang sementara pemasukan dan perdagangan ternak dari daerah yang terjangkit.
  • Melakukan penyuluhan kepada masyarakat mengenai sifat penyakit yang tidak menular ke manusia jika melalui proses pemasakan yang baik.

Selain langkah-langkah tersebut, penting bagi masyarakat untuk bersinergi dalam mengatasi masalah ini agar peternak merasa didukung dalam menghadapi wabah PMK. Dengan penanganan yang tepat, diharapkan hewan ternak di Kabupaten Sergai dapat tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi.

Hingga saat ini, belum ada obat khusus untuk PMK, namun vaksinasi menjadi salah satu cara pencegahan yang dapat dilakukan. Deteksi dini juga sangat penting untuk memastikan hewan ternak bebas dari virus ini.