Tim Beregu Putri Indonesia Melaju ke Final SEA Games 2025
SEA Games 2025
SEA Games 2025: Tim Beregu Putri Ke Babak Final
8 Desember 2025
963
53
Pathum Thani, 8 Desember 2025
Semifinal Beregu Putri
Indonesia 3-2 Malaysia
WS1: Putri Kusuma Wardani vs Karupathevan Letshanaa 21-9, 21-10
WD1: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan 14-21, 21-17, 16-21
WS2: Gregoria Mariska Tunjung vs Wong Ling Ching 20-22, 21-15, 16-21
WD2: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Go Pei Kee/Toh Ee Wei 21-10, 21-9
WS3: Mutiara Ayu Puspitasari vs Siti Zulaikha 21-18, 21-16
Putri Kusuma Wardani:
Alhamdulillah bisa menyumbang poin pertama untuk Indonesia. Kemarin mungkin babak pertama terus juga tunggal Myanmar itu menurut saya cukup banyak pukulan yang agak aneh-aneh, agak menyulitkan gitu. Kalau dengan lawan hari ini saya cukup sering ketemu belakangan, jadi kayak lebih bisa mengatasi bola-bola yang menjadi kebagusan dan kelemahan dia.
Yang pasti semua dari partai pembuka, saya sampai ke lima itu sangat penting tapi partai pembuka itu juga cukup penting untuk yang lainnya ke bawah. Karena disaat kita tertinggal satu poin mungkin kan ada rasa kayak sedikit agak tegang dan pressure juga untuk yang kedua. Jadi kalau ketika kita partai pembuka menang, tim lebih semangat untuk bisa menang lagi.
Rachel Allessya Rose:
Puji Tuhan, bisa menyelesaikan pertandingan walau hasilnya belum sesuai harapan. Kami di awal-awal, di startnya masih cari ritme yang pas, masih mencoba-coba. Sebenarnya sudah cukup tahan juga, cuma masih belum rapi. Akhirnya di gim kedua kami coba buat lebih tenang, lebih nggak buru-buru akhirnya bisa menang gim kedua. Hanya di gim ketiga, tenaga kami menurun.
Hal positif yang bisa diambil dari segi permainannya ya, kami bisa lebih melawan karena sebelumnya kami benar-benar kebingungan. Tadi kami bisa lebih bisa tenang, lebih tahu lagi bagaimana permainan mereka.
Febi Setianingrum:
Tadi pas abis rally yang panjang itu, berasa sih kayak fokusnya rada turun, terus tenaga tangan, kaki juga berkurang. Dari sana kami jadi kesulitan mengimbangi.
Febriana Dwipuji Kusuma:
Kami tidak terlalu memikirkan tekanan, kami hanya fokus main. Tidak memikirkan menang kalah tapi kami fokus di lapangan mau main seperti apa.
Yang pasti daya juang setiap partai, itu semua ingin menang terutama mental namanya main pasti ada menang dan ada kalah tapi bagaimana kami mencoba di lapangan.
Tertinggal 1-2 itu menjadi pecutan buat kami agar bisa membawa pertandingan ke partai ke-5. Persiapan jelang melawan pasangan Malaysia tadi dari pola mainnya harus selalu main cepat dan spesialisnya mereka dimana.
Mutiara Ayu Puspitasari:
Saya bersyukur, alhamdulillah bisa membawa tim ke final dengan penentuan 2-2 dan lawannya juga seumuran. Terakhir saya menang dan dari awal dipilih untuk menjadi tunggal putri ke-3 pasti ada rasa ingin menunjukkan bahwa saya layak diberikan amanah untuk diturunkan dan rasanya senang bisa bawa tim ke final.
Mungkin karena di situasi beregu yang sangat membedakan, terakhir kan bertemu di perorangan. Di sini ada memikirkan tim dan pastinya baik saya maupun Siti punya pemikiran yang sama buat membawa negara masing-masing ke final.
Pastinya dari sisi pelatih tadi ada Ci Shandy dan Mas Imam sangat menolong saya di lapangan, terlebih ke semangat dan dukungan dari teman-teman pengaruhnya besar banget, terlebih juga saya tahu kalau gim pertama saya menang jadi tanggung saja kalau gim kedua kalah dan harus rubber.
Pastinya kalau saya diturunkan lagi di partai final pasti ada rasa semangat karena satu langkah lagi ya, tapi balik lagi saat ini komposisi tim sangat kuat, jadi cukup yakin karena yang dipilih pasti sudah yang terbaik.(*)
Febi Setianingrum Febriana Dwipuji Kusuma Gregoria Mariska Tunjung Meilysa Trias Puspitasari Mutiara Ayu Puspitasari Putri Kusuma Wardani Rachel Allessya Rose SEA Games 2025




