Tim Beregu Putra Indonesia Melaju ke Final SEA Games 2025 setelah Kalahkan Singapura
SEA Games 2025
SEA Games 2025: Kalahkan Singapura, Beregu Putra Indonesia Ke Laga Puncak
8 Desember 2025
1023
50
Pathum Thani, 8 Desember 2025
Indonesia vs Singapura 3-1
MS1: Alwi Farhan vs Loh Kean Yew 15-21, 21-14, 8-21
MD1: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Eng Keat Wesley Koh/Junsuke Kubo 21-18, 18-21, 21-10
MS2: Moh Zaki Ubaidillah vs Jia Heng Jason Teh 21-2, 21-13
MD2: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Donovan Willard Wee/Jia Hao Howing Wong 21-12, 21-19
MS3: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Ding Han Jin Tidak Dimainkan
Alwi Farhan:
Puji syukur alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera, tapi sangat disayangkan dari awal gim pertama saya bermain terus tertekan. Loh Kean Yew bermain sangat cepat dan cukup bagus spekulasinya, saya kurang bisa antisipasi dan saya agak susah keluar dari tekanan karena dia membatasi permainan saya dan dia juga sudah mendapatkan tempo permainan.
Karena di gim pertama saya kalah, saya mencoba mengubah strategi dan alhamdulillah di gim kedua berhasil. Loh Kean Yew juga beberapa kali melakukan kesahan sendiri, tetapi di gim ketiga dari start awal dia sudah menaikkan tempo untuk bisa menekan saya duluan.
Tekanan sebagai tunggal pertama tentu ada tetapi saya harus bisa mengatasi itu mau tidak mau, ini menjadi tugas yang harus saya emban. Saya minta maaf hari ini saya kalah, semoga tim bisa memenangkan laga selanjutnya dan bisa melaju ke babak final.
Sabar Karyaman Gutama:
Alhamdulillah bisa menyumbangkan poin untuk Indonesia, ini merupakan debut pertandingan multi event kami berdua. Pastinya senang banget, meskipun tadi permainan dari pasangan muda Singapura luar bisa dan menyulitkan tetapi kami mencoba untuk lebih inisiatif dan lebih agresif di gim ketiga.
Pemikiran kami tadi tidak melihat skor besar, tadi kami fokusnya ke permainan kami saja, jadinya kami tidak terbebani dengan kekalahan di pertandingan pertama dan bisa berbuah manis.
Pastinya seru menjadi kapten di tim ini, dengan pemain-pemain muda yang umurnya beda hampir 10 tahun 8 tahun dari saya, mereka energinya sangat luar biasa semangat, kayak mereka yang berasa jadi kapten jadi saya sebagai kapten, mengarahkan enaknya bagaimana tapi saya tetap bonding sama mereka, makan bareng, bercanda bareng serta menjalin chemistry dan komunikasi yang baik.
Moh Reza Pahlevi Isfahani:
Tadi di gim pertama kami sempat ketinggalan di awal, mungkin karena kemarin mencoba lapangannya sebentar juga dan hari ini di awal-awal masih meraba-raba lapangan. Di gim keduanya kami agak kendur dan hilang fokus jadinya kami terus tertekan. Alhamdulillah di gim ketiga kami bisa in dari awal.
Ini multi event pertama saya di beregu dan tadi lumayan tertekan. Saya berusaha lebih enjoy saja dari awal sampai akhir gim.
Moh Zaki Ubaidillah:
Pertama saya mengucapkan syukur alhamdulillah bisa diberikan permainan yang bisa dibilang sangat baik dan dihindarkan dari cedera juga. Tadi mainnya dari awal sudah mengontrol tempo permainan dia dan sudah mengantisipasi pola dia, pasti mau mempercepat tempo. Tidak menyangka juga bisa menang jauh, dari awal sudah koordinasi sama pelatih untuk fokus pegang cara mainnya dan siap untuk permainan sengit.
Sebelumnya saya juga banyak belajar juga sambil liat permainan lawan bagaimana sekalian evaluasi juga, karena di awal tahun sempat kalah dan saya tidak mau kalah lagi.
Cukup senang pertama main di Sea Games dan bisa kasih poin untuk Indonesia. Saya merasa debut di Piala Sudirman pertengahan tahun ini menjadikan saya bisa lebih bisa menguasai ketegangan di laga pertama tadi.
Leo Rolly Carnando:
Alhamdulillah bisa melaju ke babak final menyusul tim beregu putri. Pastinya jangan cepat puas, lusa kami akan melawan Malaysia yang kekuatannya cukup merata. Tim Indonesia harus menyiapkan kondisi yang prima, fokus dan jangan lengah.
Gim kedua tadi lawan lebih berani membuka, beberapa kali kami menyerang tidak berhasil mendapat poin dan malah mendapat serangan balik, mereka banyak dapat poin dari sana.
Bagas Maulana:
Tadi gim pertama kami main cepat, fokus dan tidak lengah. Mungkin lawan juga belum tahu mainnya bagaimana. Di gim kedua lawan sudah mulai hafal permainan kami tapi kami mencoba pola lain dan tetap fokus poin demi poin. (*)
Alwi Farhan Bagas Maulana Leo Rolly Carnando Moh Reza Pahlevi Isfahani Moh. Zaki Ubaidillah Sabar Karyaman Gutama SEA Games 2025




