Siswa SD di Nias Selatan Berisiko Menyeberangi Sungai dengan Jembatan Darurat
Di Nias Selatan, sebuah video yang menunjukkan siswa-siswa SD berseragam pramuka menyeberangi sungai dengan menggunakan sebatang pohon kelapa sebagai jembatan darurat telah viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan situasi yang memprihatinkan, di mana para siswa harus melintasi arus sungai yang deras.
Dalam video berdurasi 3.23 menit yang diunggah pada 14 Agustus 2023, terlihat sejumlah siswa berdiri di tepi sungai, menunggu giliran untuk mendapatkan bantuan dari orang tua dan pemuda setempat. Para siswa tersebut tampak mengantri, menunjukkan betapa pentingnya bantuan dalam situasi berbahaya ini.
Jembatan yang digunakan oleh para siswa adalah sebatang pohon kelapa yang telah roboh. Proses penyeberangan berlangsung dengan bantuan orang dewasa, di mana beberapa siswa digendong atau dipegang untuk menjaga keseimbangan mereka saat melintasi pohon kelapa tersebut.
Salah satu pemuda yang mengenakan kaus putih dan seorang pria dewasa dengan jaket terlihat bergantian membantu siswa-siswa tersebut. Meskipun begitu, situasi ini tidak lepas dari ketakutan yang dirasakan oleh beberapa siswa. Beberapa dari mereka yang telah berhasil menyeberang mengungkapkan rasa takut akibat arus air yang cukup kuat.
Dalam video tersebut, terlihat juga seorang siswi yang hampir jatuh, namun berhasil ditangkap oleh pemuda yang membantu. Hal ini menunjukkan betapa berbahayanya kondisi yang harus dihadapi oleh siswa-siswa ini dalam perjalanan mereka ke sekolah.
Video ini telah dibagikan sebanyak 739 kali dan ditonton lebih dari 216.000 kali, memicu berbagai komentar dari warganet yang merasa prihatin. Banyak yang mengungkapkan harapan agar pemerintah setempat segera mengambil tindakan untuk membangun jembatan yang lebih aman bagi para siswa.
- “Ya Tuhan, mohon perhatian pemerintah setempat, ini sangat berbahaya demi keselamatan anak sekolah generasi bangsa,” tulis seorang pengguna media sosial.
- “Dimana kepala daerah kita? Kenapa tidak memperhatikan daerahnya sendiri?” komentar lainnya mengekspresikan kekecewaan.
- “Waduh, bahaya banget yang kayak gini, kasihan anak-anak yang mau ke sekolah,” tulis seorang pengguna lain.
- Pengguna lain juga berharap agar pemerintah lebih peduli dengan memberikan prasarana yang layak bagi warga setempat.
Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan menyoroti perlunya perhatian lebih terhadap infrastruktur yang mendukung akses pendidikan di daerah-daerah terpencil.




