Radar Media Digital - KBRN, Bengkulu : Dalam dialog Kentongan Pro 1 RRI Bengkulu Selasa (8/10/2024) Hadir pemilik sekolah Alam Bengkulu (SAB) Mahira Suprapti yang akrab dikenal Ummi Atik membahas mengenai Sekolah alam. Sekolah alam memiliki empat kurikulum yakni, kurikulum Akhlak, logika berfikir, leadership dan kewirausahaan.
Muncul pertanyaan mengapa ruang kelas di sekolah alam tampak unik dan berbeda dibandingkan desain ruang kelas pada umumnya yang terdapat bangku dan meja belajar. Di sekolah alam akan tidak di jumpai bangku/ kursi yang berjejer rapi. Biasanya siswa di sekolah alam akan duduk lesehan dan menulis di meja dengan kaki meja yang pendek.
Menurut ummi Atik, "Sekolah alam memiliki metode belajar yang berbasis alam dan dengan potensi lokal yang kita miliki, maka kita harus memperkaya anak-anak dengan ragam aktivitas. Kemudian agar anak-anak maksimal bertumbuh kembangnya. Harapannya anak-anak menjadi hamba Allah yang bertakwa dan mampu memakmurkan bumi dan mewujudkan peradaban yang Rahmatan Lil Alamin" ujarnya.
Menurut ummi Atik, ruang kelas hanya tempat singgah. Sementara anak-anak bisa belajar dimana saja dan dengan siapa saja. Terkadang anak-anak belajar di bawah pohon, di tengah lapangan bola, di musholla, belajar di mana saja anak-anak suka. Ruang kelas hanya tempat menaruh tas dan tempat mengaji dan hafalan Al Quran.
Seperti anak-anak SMP yang sebelumnya melakukan magang pertanian, peternakan dan Live in selama satu bulan di Kepahiang, mereka belajar di kebun sayur, di kandang ternak. Mereka belajar langsung dengan ahlinya (sang maestro) yakni petani dan peternak yang tidak harus memiliki gelar akademik namun mereka memang ahli di bidangnya," tutupnya.