Politik Uang Hambat Partisipasi Gen Z dalam Pemilu 2024
Sumber Foto: rri.co.id
Media Utama

Politik Uang Hambat Partisipasi Gen Z dalam Pemilu 2024

Radar Media Digital - KBRN, Bengkulu : Menjelang Pilkada 2024, perhatian tertuju pada generasi muda, khususnya Gen Z, yang dinilai masih kurang antusias dalam berpartisipasi. Salah satu faktor yang disoroti adalah masih maraknya politik uang yang membuat Gen Z merasa apatis terhadap proses politik.

Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Bengkulu, Wibowo Susilo menyampaikan bahwa minimnya antusiasme Gen Z salah satunya disebabkan oleh ketidakpercayaan mereka terhadap sistem pemilu.

"Siapa sih yang ga butuh uang, banyak dari golongan gen Z dan Milenial yang menjadi sasaran empuk untuk dibeli suaranya, tetapi juga ada kelompok yang punya prinsip tidak menerima adanya politik uang," ungkapnya (9/10/24). Karena itu, banyak generasi ini akhirnya tidak ikut memilih.

Di sisi lain, Bape (19), seorang mahasiswa yang masuk dalam kelompok Gen Z, merasa bahwa politik uang menjadi penghalang utama. "Banyak di antara teman-teman saya yang sudah apatis duluan karena merasa bahwa siapa pun yang menang, tetap ada politik uang, ini bikin kami enggak terlalu semangat buat ikut pemilu," ujarnya.

Sayyid (21), seorang mahasiswa, mengungkapkan bahwa politik uang bukanlah hal yang membuatnya apatis, tetapi sebaliknya. "Banyak dari teman-teman saya yang melihat politik uang sebagai kesempatan, ada yang bilang, kalau bisa dapet uang dari dua kubu, kenapa enggak, bagi kami, ini sudah seperti rahasia umum dan dianggap bagian dari permainan politik yang kita hadapi," ujarnya.

Dengan semakin gencarnya sosialisasi dan literasi digital yang diberikan SMSI, diharapkan pandangan generasi muda tentang politik uang bisa berubah. Pemilu diharapkan menjadi momen bagi Gen Z untuk lebih kritis dan mengambil peran dalam menciptakan demokrasi yang bersih. (Deny Ilham/Magang)