Perusahaan Bir Jepang Putus Kontrak dengan Agensi J-Pop Terkait Skandal Pelecehan
Hiburan

Perusahaan Bir Jepang Putus Kontrak dengan Agensi J-Pop Terkait Skandal Pelecehan

Tsuyoshi Inajima and Grace Huang

Bloomberg, Dua perusahaan bir terkemuka Jepang, Suntory Holdings Ltd. dan Kirin Holdings Co., mengumumkan akan memutuskan kontrak komersial dengan agensi bakat terkenal J-Pop Johhny & Associates, Inc., setelah perusahaan tersebut mengakui pendirinya yang sudah meninggal terlibat pelecehan terhadap ratusan anak laki-laki selama lebih dari empat dekade.

Selama bertahun-tahun agensi terkenal di Jepang, Johnny’s — dinamai seperti nama pendirinya, Johnny Kitagawa— juga mendapat tekanan dari klien jangka panjang mereka Nissan Motor Co., Japan Airlines Co., dan McDonald’s Japan. Perusahan-perusahaan tersebut mengatakan tidak dapat lagi mengunakan para artis dari agensi tersebut tanpa bukti reformasi yang lebih konkret.

“Meneruskan menggunakan artis dari Johhny’s sama dengan mendukung penyalahgunaan anak,” kata CEO Suntory dan Ketua Japan Association of Corporate Executive, Takeshi Niinami dalam konferensi pers yang dilakukan, Selasa (12/9/2023).

“Ini akan memicu kritik yang keras secara global,” tambahnya.

Baca Juga

Keluhan Pedagang Thamrin City: Pembeli Sepi, Omset Tak Tentu

Harga Tiket Konser TWICE di JIS, Termahal Rp3,6 Juta

Bos Agensi J-Pop Terkenal Mundur Akibat Skandal Pelecehan Seksual

Next article →

You can share this post!