Radar Media Digital - TAKENGON-LintasGAYO.co: Pertunjukan “Sengkewe Sepanjang Musim” yang diselenggarakan oleh Komunitas Desember Kopi Gayo pada Sabtu, 4 April 2026 di Taman Inen Mayak Teri Takengon, menghadirkan tokoh budaya sebagai pemeran dalam struktur dramatik Teater Puisi Tanah Gayo.
Salman Yoga S akan memerankan figur petani kopi Gayo yang menghadapi perubahan alam, tekanan sosial-ekonomi serta dampak bencana hidrometeorologi-sebuah refleksi pengalaman nyata masyarakat dataran tinggi Gayo.
Salman Yoga dikenal sebagai akademisi, sastrawan, pemerhati sejarah dan budaya Gayo, serta pimpinan The Gayo Institute (TGI), Ketua Teater Reje Linge, redaktur sastra-budaya media LintasGAYO.co dan lain-lain.
Ia menulis sejak tahun 1989 dalam berbagai genre, mulai karya ilmiyah hingga sastra: puisi, cerpen, novel, drama, dan esai dalam bahasa Indonesia dan bahasa Gayo yang dipublikasikan di media nasional maupun internasional serta termuat dalam lebih dari 270 judul buku antologi bersama.
Selain aktif sebagai penulis, kurator dan editor buku, Salman Yoga juga terlibat sebagai transliterator skenario dan coach artis dalam bahasa Gayo Film Black Coffee (2025) yang dibintangi oleh Reza Rahadian, Sha Ine Febriyanti dan Asmara Abigail yang disutradarai oleh sineas nasional Jeremias Nyagoen.
Karya-karya Salman seperti Sajak-Sajak Rindu, Novel Tungku, White Orchids Gayo Soil, Belbuk, Likes, Pungi-Pakan Laya hingga Kelising – Empat Lakon Drama memperlihatkan konsistensinya merawat narasi budaya Gayo melalui dunia sastra.
Ia merupakan penerima Anugerah Setyalencana Budaya Sarakata (2007) serta menjadi nomine Anugerah Buku Sastra Nasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI tahun 2026.
Dalam pertunjukan “Sengkewe Sepanjang Musim” Sabtu tanggal 4 April 2026 di Taman Inen Mayak Teri Simpang Lima Takengon, ia akan menghadirkan dimensi reflektif dan konseptual tentang relasi manusia, kopi dan ingatan kolektif Tanah Gayo.
Komunitas Desember Kopi (KDK) melalui media www.lintasGAYO.co mengundang masyarakat penikmat sastra budaya untuk membersamai malam refleksi “Sengkewe Sepanjang Musim” ini sebagai upaya bangkit bersama, terbuka untuk umum dan gratis.