Pengecekan CCTV Dilakukan Pertamina Terkait Dugaan Kecurangan di SPBU Denpasar
Sumber Foto: Bali Post
Deteksi Viral

Pengecekan CCTV Dilakukan Pertamina Terkait Dugaan Kecurangan di SPBU Denpasar

DENPASAR, BALIPOST.com – Dugaan kecurangan yang terjadi di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak warga melaporkan pengalaman tidak menyenangkan saat mengisi bahan bakar di SPBU tersebut, yang akhirnya menyebar luas di platform-platform online.

Menanggapi situasi ini, Area Manager Communication, Relations, dan CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengungkapkan bahwa tim Pertamina SA Bali telah melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV di SPBU yang bersangkutan. Hasil dari pengecekan tersebut menunjukkan adanya dua operator yang bertugas di lokasi.

Rahedi menyatakan bahwa tindakan curang yang diduga terjadi telah dihentikan sejak 16 Mei. Pihaknya juga telah melakukan pengecekan dokumen tera metrologi yang dinyatakan masih aktif hingga Maret 2025. Selain itu, tera nozzle di lokasi telah dilakukan dan hasilnya memenuhi ketentuan yang berlaku, tanpa adanya kerusakan atau kesalahan seperti yang sebelumnya dikeluhkan oleh pelanggan.

Untuk menindaklanjuti dugaan tersebut, pihak SPBU segera melakukan pendalaman dan klarifikasi langsung kepada operator yang bertugas mengenai pelayanan yang dianggap tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP). "Pihak SPBU juga telah melakukan pembinaan, termasuk skorsing, kepada operator yang terbukti melakukan pelayanan yang merugikan pelanggan," tambah Rahedi.

Rahedi menegaskan komitmen Pertamina untuk membangun iklim pelayanan yang baik di setiap SPBU, melalui briefing yang rutin kepada seluruh operator dan konsumen.

Sementara itu, Ketua Hiswana Migas Bali, Dewa Ananta, memilih untuk tidak memberikan komentar lebih lanjut mengenai isu ini. Dia menyarankan agar informasi terkait hanya disampaikan melalui satu pintu di Pertamina.