OpenAI Jalin Kerja Sama dengan Departemen Pertahanan AS, Anthropic Menolak
Sumber Foto: Liputan6.com
Nasional

OpenAI Jalin Kerja Sama dengan Departemen Pertahanan AS, Anthropic Menolak

Radar Media Digital - Liputan6.com, Jakarta - CEO OpenAI, Sam Altman, mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) yang kini sering disebut pemerintah sebagai Department of War (DoW).

Mengutip Engadget, Senin (2/3/2026), perjanjian ini diwujudkan untuk mengintegrasikan model kecerdasan buatan (AI) miliknya ke dalam jaringan badan pertahanan tersebut.

Melalui unggahannya di platform X, Altman menegaskan bahwa kerja sama ini tetap mengacu pada dua prinsip keselamatan utama OpenAI.

Pertama, larangan penggunaan teknologi untuk pengawasan massal domestik (domestic mass surveillance). Kedua, memenuhi kewajiban tanggung jawab manusia dalam penggunaan kekuatan militer, termasuk pada sistem senjata otonom.

Kesepakatan ini tercapai tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang menginstruksikan seluruh instansi pemerintah untuk menghentikan penggunaan Claude maupun layanan lain dari Anthropic.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, sempat mengancam akan melabeli Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan" (supply chain risk).

Ancaman ini muncul lantaran Anthropic menolak menghapus batasan keamanan pada teknologinya yang mencegah penggunaan AI untuk pengawasan massal terhadap warga AS dan sistem senjata otonom penuh.

Jeremy Lewin, pejabat senior di bawah Sekretaris Urusan Bantuan Luar Negeri dan Kemanusiaan, menyatakan bahwa kontrak DoW kini mencakup otoritas hukum tertentu dan mekanisme keselamatan yang telah disepakati bersama. Menurut Lewin, OpenAI dan xAI (pengembang Grok) telah menerima persyaratan tersebut.

"Ini adalah bentuk kompromi yang sama yang ditawarkan kepada Anthropic, namun mereka tolak," ujar Lewin melalui unggahan di X.

Perlawanan Anthropic

Berbeda dengan OpenAI dan xAI, Anthropic memilih untuk mempertahankan sikapnya meskipun menghadapi tekanan dari Pentagon. Perusahaan yang mulai bekerja sama dengan pemerintah AS sejak 2024 ini menegaskan tidak akan tunduk pada intimidasi.

"Sanksi atau intimidasi apa pun dari Department of War tidak akan mengubah posisi kami terkait pengawasan massal domestik atau senjata otonom penuh," tulis pihak Anthropic dalam pernyataan resminya.

Mereka juga menyatakan kesiapan untuk menantang label "risiko rantai pasokan" melalui jalur hukum.

Implementasi Teknis

Sebagai bagian dari kesepakatan, Sam Altman menyatakan OpenAI akan membangun pengamanan teknis guna memastikan model AI mereka beroperasi sesuai koridor yang ditetapkan.

OpenAI juga akan mengirimkan tim insinyur untuk bekerja langsung dengan DoW guna menjamin keamanan sistem.

Secara teknis, model OpenAI hanya akan dijalankan pada jaringan cloud. Meski saat ini pemerintah AS dominan menggunakan infrastruktur cloud Amazon (AWS)—di mana OpenAI sebelumnya belum terintegrasi—situasi ini diprediksi akan segera berubah.

OpenAI baru saja mengumumkan kemitraan strategis dengan Amazon untuk menjalankan model mereka di AWS bagi pelanggan korporat dan instansi besar.