Mitos atau Fakta: Gambar Angka Tersembunyi untuk Deteksi Kondisi Mata?
Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya gambar berpola titik yang menyimpan angka-angka tersembunyi. Gambar ini diklaim dapat mengetes kemampuan dan kondisi penglihatan seseorang. Namun, seberapa valid klaim tersebut?
Gambar-gambar tersebut, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @ndorobeii pada tanggal 8 Februari 2020, namun tak lama kemudian unggahan tersebut menghilang. Di platform Twitter, banyak pengguna juga membagikan gambar serupa dan mencoba menebak angka yang terdapat dalam pola tersebut.
Beberapa pengguna Twitter bahkan mengaitkan angka-angka tersebut dengan kondisi tertentu, seperti silindris, rabun jauh, dan rabun dekat. Namun, perlu diingat bahwa klaim ini perlu diteliti lebih dalam.
Pendapat Para Ahli
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih jelas, Kompas.com menghubungi dr. Doni Widyadana, seorang dosen di Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada. Ia tegas menyatakan bahwa gambar tersebut tidak dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi kesehatan mata seseorang.
"Ya, tidak bisa. Ada alatnya dan lebih logis. Menurut saya, itu hoaks, karena prinsipnya mengukur minus dan silinder tidak bisa begitu," ujar dr. Doni. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan yang tepat untuk mengukur minus dan silindris melibatkan alat medis seperti Snellen Chart dan Trial Lens, serta dapat diawali dengan penggunaan autorefractor.
Sementara itu, dr. Grimaldi Ihsan, seorang dokter spesialis mata di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo, menambahkan bahwa gambar tersebut tidak termasuk dalam fenomena after image. "Kalau after image, kita harus melihat satu objek dulu, baru saat melihat objek lain, kita masih bisa melihat sisa bayangan objek pertama. Sedangkan gambar ini sudah memiliki angka dan background dari awal," jelasnya.
Dr. Grimaldi menyatakan bahwa belum ada penjelasan ilmiah yang mendukung klaim bahwa gambar tersebut dapat mendeteksi kondisi mata. Ia merekomendasikan untuk melakukan pemeriksaan mata menggunakan alat khusus seperti autorefraktometer untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk tidak mudah percaya pada klaim-klaim yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan kesehatan. Untuk memastikan kondisi mata, pemeriksaan oleh tenaga medis yang berkompeten adalah langkah yang paling tepat.




