11:23
Delapan mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), tengah menjalani program Summer School di Universiti Malaya (UM), Malaysia. Kegiatan yang berlangsung dari 3 hingga 22 Agustus 2025 ini menjadi kesempatan berharga bagi mereka untuk merasakan pengalaman belajar lintas negara sekaligus memperluas jejaring internasional.
Salah satu peserta, Fikri Rizkia Prisyabil, mahasiswa angkatan 2024, menuturkan bahwa ia bersama tujuh rekannya mengikuti berbagai kelas inbound dan outbound, yang mencakup pembelajaran budaya hingga teknologi berbasis kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, suasana perkuliahan di UM terasa interaktif dan hangat.
“Dosen di sini mampu menciptakan kelas yang ceria tanpa mengurangi kualitas penyampaian materi,” ungkapnya saat diwawancarai secara daring melalui WhatsApp pada Jumat (15/8).
Fikri juga mencatat adanya perbedaan metode pembelajaran antara UMY dan UM, khususnya dalam ruang diskusi yang lebih luas.
“Di UMY, pembelajaran cenderung lebih formal. Sementara di UM, dosen justru membuka ruang diskusi lebar, sehingga kami mendapat banyak insight baru dan lebih terlatih untuk berpikir kritis,” jelasnya.
Meski secara budaya Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kemiripan, Fikri mengakui bahwa adaptasi tetap menjadi tantangan, terutama dalam komunikasi dan penyesuaian norma.
“Tantangan terbesar pada minggu pertama ini adalah membangun chemistry dengan teman-teman lintas budaya. Dibutuhkan bonding yang kuat agar kami bisa saling memahami,” tambahnya.
Salah satu momen paling berkesan baginya adalah saat mengikuti diskusi dan presentasi di kelas. Ia terkesan dengan cara mahasiswa UM membawakan presentasi dengan percaya diri dan terbuka.
“Perbedaan itu memotivasi kami untuk meningkatkan kemampuan komunikasi di kelas,” ujarnya.
Keikutsertaan dalam program ini juga menjadi langkah strategis bagi Fikri untuk membangun relasi internasional yang dapat membuka peluang studi lanjut maupun karier di masa depan. Ia pun mendorong mahasiswa lain agar berani mencoba pengalaman serupa.
“Kegiatan seperti ini memberi wawasan akademik sekaligus membuka perspektif dunia kerja berskala internasional, serta melatih komunikasi dengan bahasa global,” pungkasnya. (Mut)