Mahasiswa Akuakultur FIKKIA Belajar Deteksi Kesehatan Udang Budidaya Berkelanjutan bersama Pakar
Penguatan Pengetahuan Mahasiswa Melalui Kuliah Tamu
Program Studi Akuakultur, Fakultas Ilmu Kelautan, Perikanan, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga Banyuwangi baru-baru ini menyelenggarakan kuliah tamu dengan tema "Pengecekan Kesehatan Udang untuk Budidaya Berkelanjutan" pada Jumat, 16 Mei 2025. Acara ini menghadirkan Anis Nur Fadilah, S.Pi., yang menjabat sebagai Head Analyst Laboratory PT. Anugerah Jaya Kraksaan, sebagai narasumber.
Pentingnya Pengecekan Kesehatan Udang
Dalam pemaparan yang disampaikan, Anis memaparkan tiga aspek utama dalam pengecekan kesehatan udang, yaitu aspek eksternal, internal, dan tambahan. Pengecekan eksternal meliputi observasi fisik seperti warna tubuh, kelengkapan organ, serta adanya luka atau parasit. Sementara pemeriksaan internal berfokus pada analisis organ dalam seperti hepatopankreas dan usus. Anis juga menambahkan bahwa terdapat pemeriksaan tambahan seperti uji PCR dan histopatologi yang berfungsi untuk mendeteksi penyakit secara dini.
Anis kemudian menjelaskan kriteria udang sehat dan tidak sehat. Udang yang sehat ditandai dengan aktivitas renang yang aktif, nafsu makan yang baik, serta kondisi tubuh yang utuh tanpa bercak hitam atau luka. Di sisi lain, udang yang tidak sehat sering memperlihatkan gejala seperti lesu, warna tubuh yang pucat, dan munculnya bintik putih. "Monitoring berkala sangat penting untuk mencegah kerugian ekonomi akibat kematian massal," ujarnya.
Ancaman Penyakit Viral pada Udang Budidaya
Anis juga menyoroti ancaman serius yang ditimbulkan oleh penyakit viral pada udang, seperti White Spot Syndrome Virus (WSSV) dan Infectious Myonecrosis Virus (IMNV). Penyakit ini dapat menyebar dengan cepat melalui air serta peralatan yang terkontaminasi, berpotensi menyebabkan kematian massal udang dalam waktu singkat. Gejala klinis yang muncul antara lain bercak putih, kerusakan otot, dan kelumpuhan. Oleh karena itu, peran teknisi yang profesional sangat diperlukan untuk melakukan pencegahan, deteksi dini, dan penanganan yang tepat terhadap penyakit ini.
Partisipasi Mahasiswa dan Pertanyaan Menarik
Kegiatan kuliah tamu ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa Akuakultur yang antusias mengikuti sesi tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang menarik datang dari Syarifa, mahasiswa angkatan 2022, yang menanyakan tentang teknologi terbaru dalam deteksi dini penyakit udang. Anis menjawab bahwa saat ini telah dikembangkan alat rapid test berbasis antibodi yang dapat mempercepat proses diagnosa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan paduan antara ilmu teori yang telah dipelajari dan pengalaman lapangan yang disampaikan oleh praktisi industri. "Kuliah tamu ini sangat bermanfaat karena kami mendapat insight langsung dari praktisi industri. Materi tentang standar laboratorium dan teknik sampling sangat relevan dengan praktik lapangan yang akan kami hadapi," ungkap Putri, salah satu peserta.
Dengan adanya kegiatan ini, Program Studi Akuakultur FIKKIA Universitas Airlangga Banyuwangi berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu terkini dalam dunia budidaya udang serta memperkuat kolaborasi antara akademisi dan industri perikanan.




