Klarifikasi Mengenai Tes PCR dan Rapid Test untuk Covid-19
Sumber Foto: Kompas.com
Deteksi Viral

Klarifikasi Mengenai Tes PCR dan Rapid Test untuk Covid-19

Belakangan ini, beredar informasi di media sosial yang mengklaim bahwa tes Polymerase Chain Reaction (PCR) tidak mampu mendeteksi virus corona dan hanya memberikan hasil positif jika ada virus, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup. Informasi tersebut juga menyebutkan bahwa hasil rapid test tidak dapat diandalkan untuk mendeteksi infeksi Covid-19.

Salah satu narasi yang menyebar menyatakan bahwa rapid test hanya dapat mendeteksi antibodi, tanpa mengetahui jenis virus atau bakteri yang menginfeksi. Hal ini membuat beberapa orang menganggap bahwa hasil positif dari rapid test tidak selalu berarti terinfeksi Covid-19. Namun, bagaimana fakta di balik informasi tersebut?

Pernyataan Terkait Tes PCR

Untuk mengonfirmasi informasi ini, Kompas.com menghubungi dr. Tonang Dwi Ardyanto, Wakil Direktur Pendidikan dan Diklit serta Jubir Satgas Covid-19 UNS/RS UNS. Ia menjelaskan bahwa klaim bahwa PCR tidak dapat mendeteksi virus corona adalah salah. Menurutnya, tes PCR mendeteksi urutan genetik spesifik yang terkait dengan virus tertentu.

“Jika PCR memberikan hasil positif, itu berarti ada materi genetik virus yang ditargetkan. Bukan virus lain,” kata dr. Tonang. Ia juga menambahkan bahwa tes PCR dapat mendeteksi RNA dari virus, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, karena materi genetik tersebut tetap ada setelah virus mati untuk beberapa waktu.

Pernyataan Terkait Rapid Test

Mengenai rapid test, dr. Tonang juga meluruskan informasi yang menyebutkan bahwa hasil reaktif tidak menunjukkan infeksi virus tertentu. Ia menjelaskan bahwa antibodi yang terdeteksi dalam rapid test adalah reaksi tubuh terhadap infeksi virus. Oleh karena itu, rapid test dirancang untuk mendeteksi antibodi yang spesifik terhadap Covid-19.

“Rapid test memiliki probe yang menangkap protein dengan susunan asam amino tertentu, yang dipilih agar spesifik terhadap Covid-19,” jelasnya. Untuk memastikan akurasi hasil, penting untuk mempertimbangkan riwayat kesehatan dan gejala pasien saat melakukan rapid test.

Kemungkinan Positif pada Penderita Flu

Dr. Tonang juga menanggapi klaim bahwa penderita flu pasti akan menunjukkan hasil positif saat menjalani rapid test. Meskipun ada kemungkinan reaksi silang dengan virus lain yang mirip, seperti SARS dan MERS-CoV, hasil positif pada rapid test tidak dapat secara otomatis diasosiasikan dengan Covid-19.

Fakta Mengenai Kematian Akibat Covid-19

Terakhir, dr. Tonang menanggapi informasi yang menyatakan bahwa tidak ada kematian yang disebabkan secara murni oleh virus corona. Ia menekankan bahwa ada pasien Covid-19 yang meninggal, termasuk mereka yang tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid. Di India, misalnya, tercatat sekitar 71 persen pasien Covid-19 yang meninggal dunia memiliki riwayat komorbid, namun bukan berarti tidak ada yang meninggal tanpa penyakit penyerta.

Dengan demikian, penting untuk tidak hanya mengandalkan informasi yang beredar di media sosial. Verifikasi dan pemahaman yang benar tentang tes PCR dan rapid test sangat diperlukan untuk menghadapi pandemi ini dengan lebih baik.