Klarifikasi Ahli: Tes Angka di Internet Tidak Mendeteksi Demensia
Sumber Foto: 新住民全球新聞網
Deteksi Viral

Klarifikasi Ahli: Tes Angka di Internet Tidak Mendeteksi Demensia

Belakangan ini, sebuah gambar hitam-putih yang tersebar di berbagai platform media sosial mengklaim bahwa jika seseorang dapat melihat tujuh angka yang terdapat dalam gambar tersebut, maka mereka tidak berisiko mengalami demensia. Namun, para ahli kesehatan menanggapi klaim ini dengan tegas, menyatakan bahwa informasi tersebut tidak akurat dan tidak memiliki dasar ilmiah.

Pendapat Ahli tentang Gambar yang Viral

Dokter spesialis demensia menjelaskan bahwa gambar yang beredar tersebut tidak dapat digunakan sebagai alat penilaian risiko demensia dan tidak diterima dalam praktik klinis. Menurutnya, demensia adalah kondisi yang ditandai oleh penurunan fungsi kognitif yang berdampak pada kemampuan individu dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, gambar tersebut tidak memberikan informasi yang relevan mengenai kemampuan hidup seseorang dan, dengan demikian, tidak dapat dijadikan alat diagnosis.

Faktor Sensitivitas Mata

Di sisi lain, dokter mata turut memberikan penjelasan tentang fenomena visual yang terjadi saat melihat gambar tersebut. Ia menyatakan bahwa kemampuan seseorang dalam mengenali angka dalam gambar tersebut berkaitan dengan sensitivitas kontras mata masing-masing individu. Ada yang mampu melihat lebih banyak angka, sementara yang lain melihat lebih sedikit, disebabkan oleh perbedaan kemampuan mata dalam membedakan antara warna hitam-putih serta terang-gelap. Jika angka di tengah gambar tampak lebih jelas dibandingkan angka di sekitarnya, hal ini merupakan fenomena yang normal.

Pentingnya Diagnosis Medis Profesional

Dokter mata juga menekankan bahwa tes semacam ini hanya mencerminkan kemampuan kontras visual dan tidak dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit apapun, termasuk demensia. Masyarakat diimbau untuk tidak terlalu mempercayai tes-tes online yang tidak memiliki dasar ilmiah. Para ahli sepakat bahwa gambar yang beredar di internet ini hanya berfungsi untuk menguji sensitivitas kontras mata dan tidak mencerminkan risiko demensia yang sebenarnya.

Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk mengandalkan diagnosis medis profesional dan tidak terjebak dalam desas-desus yang beredar di dunia maya.