Kematian Bendahara RSBP Batam Masih Dalam Penyelidikan Polisi
RASIO.CO, Batam – Kematian Sapto Agus Nugroho, Bendahara Keuangan BP Batam yang bertugas di Rumah Sakit BP Batam, masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, pihak keluarga memilih tidak memberikan keterangan kepada media terkait peristiwa tersebut.
Di rumah duka yang berada di Komplek Ditpam Blok S No 5, Kelurahan Sukajadi, tampak deretan karangan bunga ucapan belasungkawa. Sapto, yang telah mengabdi selama kurang lebih 25 tahun di BP Batam, telah dimakamkan pada Minggu, 15 Februari 2026.
“Jenazahnya sudah dimakamkan Minggu kemarin,” ujar seorang kerabat yang datang dari Jawa Timur.
Kerabat tersebut mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab meninggalnya Sapto. Ia hanya menerima kabar duka dan segera bertolak ke Batam.
Sejumlah informasi yang dihimpun mengungkap kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia. Pada Kamis, 12 Februari 2026 sekitar pukul 07.00 WIB, Sapto diketahui berangkat ke kantor di Sekupang menggunakan sepeda motor. Ia sempat melakukan absensi dan masuk ke ruang kerjanya.
Namun, sekitar 15 menit kemudian, korban keluar kantor seorang diri dengan membawa tas. Telepon genggamnya diketahui tertinggal di atas meja kerja.
Tiga hari berselang, seorang nelayan di perairan Galang menemukan sesosok mayat pria tersangkut di bubu atau perangkap ikan miliknya. Saat perangkap ditarik, nelayan merasakan beban yang tidak biasa.
Kapolsek Galang, Iptu Hendrizal, mengatakan jasad ditemukan dalam kondisi membengkak dan diduga telah beberapa hari berada di laut. Korban hanya mengenakan kaos dan tidak ditemukan identitas pada tubuhnya. Jenazah kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Batam untuk dilakukan autopsi.
Perkembangan lain muncul pada Senin malam, 16 Februari 2026, ketika warga menemukan sepeda motor Yamaha Mio warna kuning bernomor polisi BP 4908 AO tersembunyi di semak-semak kawasan Dam Sei Gong. Kendaraan tersebut diketahui merupakan motor yang biasa digunakan korban.
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol M Debby Tri Andrestian, menyampaikan pihaknya masih mendalami kasus tersebut. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap rangkaian peristiwa.
“Kita masih dalami kasus ini. Beberapa orang saksi juga sudah dimintai keterangan,” ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal, ponsel dan dompet korban diketahui masih berada di kantor. Hingga kini, kepolisian terus melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab kematian dan apakah terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
YD




