Kecelakaan Kereta di Pulau Jawa: Dua Anjlok dalam Satu Bulan
Lifestyle

Kecelakaan Kereta di Pulau Jawa: Dua Anjlok dalam Satu Bulan

Radar Media Digital - PERJALANAN kereta api di Pulau Jawa sempat terganggu usai Kereta Api Bangunkarta relasi Jombang-Pasar Senen anjlok di Stasiun Bumiayu, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Senin, 6 April 2026. Akibatnya, beberapa kereta api yang melewati petak Cirebon-Purwokerto harus memutar melalui jalur lain.

Bangunkarta menjadi kereta kedua yang anjlok pada tahun ini. Sebelumnya, pada Rabu, 1 April 2026, KA Ciremai relasi Semarang Tawang-Bandung anjlok akibat menabrak material longsor di jalur Maswati-Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Anjlok atau keluar dari rel merupakan jenis kecelakaan yang paling sering dialami kereta api di Indonesia. Mengacu data Komite Nasional Keselamatan Transportasi, angka rata-rata kereta anjlok periode 2021-2025 mencapai 2,6 kejadian per tahun. Dalam lima tahun terakhir, kejadian kereta anjlok tak menimbulkan korban jiwa.

Kecelakaan kereta api paling mematikan dalam lima tahun terakhir adalah tabrakan antara KA Turangga rute Surabaya Gubeng-Bandung dan KA Commuter Line Bandung Raya relasi Padalarang-Cicalengka di petak Cicalengka-Haurpugur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada 5 Januari 2024. Kecelakaan ini menewaskan 4 orang.

You can share this post!