Jakarta — Sebuah cara yang ramai dibicarakan di media sosial mengklaim dapat mendeteksi kesehatan jantung hanya dengan merendam tangan beserta jari ke dalam air es. Dalam klaim tersebut, jari yang memerah setelah direndam disebut menandakan jantung sehat, sedangkan jari yang membiru dianggap sebagai tanda adanya masalah pada jantung.
Dokter jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menegaskan metode tersebut tidak dapat dijadikan standar untuk menentukan apakah kondisi jantung seseorang sehat atau tidak.
“Sebenarnya, merendam tangan di air dingin tentu tidak bisa dipakai sebagai standar menentukan kesehatan jantung. Ya tapi boleh saja disampaikan ke dokter (tentang keadaan) ketika sedang konsultasi, sebagai keterangan,” kata dr Vito saat dihubungi, Selasa (24/12/2019).
Menurut dr Vito, ketika seseorang merendam tangan dan jari ke dalam air dingin, pembuluh darah di tubuh akan menguncup. Reaksi ini terutama terjadi pada ujung ekstremitas seperti jari tangan dan kaki, dengan tujuan menjaga agar sirkulasi darah yang hangat tidak ikut menjadi dingin.
Mekanisme tersebut membantu tubuh memprioritaskan aliran darah hangat ke bagian sentral dan organ-organ penting. Karena itu, ujung jari dapat tampak lebih pucat. dr Vito menekankan bahwa respons ini merupakan mekanisme normal tubuh.
dr Vito menjelaskan, jari-jari atau mulut dapat tampak membiru (sianosis) ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen yang ekstrem, misalnya pada gagal jantung berat, serta pada kondisi penyakit jantung bawaan tertentu.
Jika memiliki keluhan atau kekhawatiran terkait kondisi jantung, dr Vito menyarankan agar masyarakat berkonsultasi langsung dengan dokter untuk pemeriksaan yang tepat.