Bank Indonesia Pastikan Stabilitas Inflasi dan Ekonomi Jelang Lebaran
Internasional

Bank Indonesia Pastikan Stabilitas Inflasi dan Ekonomi Jelang Lebaran

Radar Media Digital - “Kalau kami melihat pertumbuhan ekonomi global, keyword -nya adalah dinamis dan penuh ketidakpastian,” ujarnya.

Di sisi lain, prospek ekonomi domestik pada 2026 dinilai tetap terjaga. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada kisaran 4,9% hingga 5,7%, dengan inflasi tetap berada dalam target 2,5% plus minus 1%.

Aida menjelaskan, momentum pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama 2026 diperkirakan akan didorong oleh meningkatnya konsumsi masyarakat selama periode HBKN serta belanja pemerintah.

“Pada kuartal pertama ini ada banyak HBKN yang mendorong masyarakat melakukan spending. Selain itu, pemerintah juga akan meningkatkan belanja untuk memastikan berbagai program berjalan dengan baik,” jelasnya.

Peningkatan konsumsi pemerintah dan swasta tersebut diharapkan mampu menjaga permintaan domestik di tengah ketidakpastian global.

“Di tengah kondisi global yang dinamis dan penuh ketidakpastian, kami kembali pada modal utama yaitu menjaga permintaan domestik,” katanya.

BI juga memperkirakan defisit transaksi berjalan tetap terkendali pada kisaran minus 0,1% hingga 0,9% terhadap produk domestik bruto (PDB).

Sementara itu, pertumbuhan kredit diproyeksikan berada di kisaran 8% hingga 12% pada tahun ini.

“Komitmen Bank Indonesia tetap menjaga stabilitas. Itu saya garis bawahi dan kami terus berada di pasar untuk memastikan stabilitas nilai tukar terjaga, termasuk juga inflasi. Dan nanti pada saatnya kami akan merespons kebijakan yang lebih utuh lagi pada saat RDG (Rapat Dewan Gubernur) bulanan,” ujar Aida.

You can share this post!