Sebuah klaim yang beredar di media sosial menyebutkan kondisi jantung dapat dideteksi dengan cara merendam jari tangan ke dalam air es selama 30 detik. Dalam klaim tersebut, jari yang memerah disebut menandakan jantung sehat, sedangkan jari yang membiru dianggap sebagai tanda adanya masalah pada jantung.
Menanggapi hal itu, dokter jantung dari RS Siloam Karawaci, dr Vito A Damay, SpJP, menegaskan cara tersebut tidak bisa dijadikan standar untuk menentukan kesehatan jantung.
Menurut dr Vito, merendam tangan di air dingin tidak dapat menjadi patokan diagnosis. Namun, bila seseorang mengalami perubahan tertentu saat melakukan hal tersebut, informasi itu boleh disampaikan kepada dokter sebagai keterangan tambahan saat konsultasi.
Dr Vito menjelaskan, ketika tangan direndam dalam air dingin, pembuluh darah di tangan cenderung menguncup dan kulit menjadi pucat, bukan membiru. Respons ini terjadi karena tubuh memprioritaskan sirkulasi darah hangat agar mengalir ke bagian sentral dan organ-organ penting.
Adapun kondisi jari atau mulut tampak membiru (sianosis), kata dr Vito, dapat muncul ketika tubuh mengalami kekurangan oksigen ekstrem, misalnya pada gagal jantung berat, serta pada kondisi penyakit jantung bawaan tertentu.
Dr Vito membagikan beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk untuk mendeteksi kemungkinan adanya masalah jantung: