Medan - Sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan dugaan penolakan pasien gawat darurat oleh pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Full Bethesda, yang terletak di Jalan Medan – Binjai KM 10,8, Kabupaten Deliserdang. Dalam video berdurasi 1 menit 24 detik tersebut, seorang anggota keluarga pasien mengungkapkan kekecewaannya terhadap layanan rumah sakit yang diduga menolak pasien lansia yang dalam kondisi kritis.
Dalam narasi video, keluarga pasien menyatakan, "Udah-udah enggak usah ditangani, bawa aja bawa-bawa, ngapain ibu, mana dokter ini. Kalau enggak diginikan kalian dari tadi gak ada direspon yang BPJS IGD gak ada. Siapa bilang BPJS. Orang tuaku udah kayak gitu kalian buat yah begini penanganan Bethesda ini... Seluruh peserta BPJS berhak menggunakan haknya dimana aja, kami bayar bukan enggak bayar kami." Keluarga tersebut juga meminta perhatian dari pejabat pemerintah terkait, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara.
Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa insiden tersebut terjadi menjelang waktu Adzan Magrib, saat perawat RSU Bethesda terlihat membawa pasien keluar dari Instalasi Gawat Darurat (IGD). "Saya melihat ribut-ribut keluarga pasien dengan perawatnya dan perawatnya membawa keluar dari ruang IGD. Keluarga pasien langsung membawa ke rumah sakit Adam Malik dan terlihat kondisi pasien sangat memprihatinkan," ungkap saksi yang tidak ingin disebutkan namanya.
Upaya konfirmasi dari awak media kepada pihak RSU Bethesda mengenai kebenaran video tersebut menemui kendala. Seorang petugas yang mengaku bernama A. Siahaan dari bagian Farmasi menyatakan bahwa Direktur RSU Full Bethesda dan Humasnya tidak berada di tempat. Meskipun awak media telah diarahkan untuk menemui Direktur, mereka tidak dapat bertemu dengan pihak yang berwenang.
Petugas tersebut kemudian mengarahkan awak media untuk menghubungi Humas RSU Full Bethesda. Humas RSU, Condolius Pasaribu, setelah dihubungi melalui pesan WhatsApp, hanya menjawab singkat, "Saya masih koordinasi," tanpa memberikan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut.
Keberlanjutan dari kasus ini masih menunggu klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit. Sementara itu, masyarakat diharapkan tetap waspada dan memantau perkembangan terkait masalah ini.