LEBAK – Upaya untuk menurunkan angka Tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Lebak terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Lebak, Belia Asyidiki Jayabaya, berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial screening rontgen thorax gratis yang diadakan oleh Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI) Pengurus Cabang Serang, Banten, menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) ke-IV.
Kegiatan deteksi dini TBC tersebut berlangsung di Puskesmas Pajagan, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, pada Sabtu (7/2/2026). Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat umum yang berisiko mengalami gangguan paru-paru.
Belia Asyidiki Jayabaya mengapresiasi langkah PARI, yang dinilainya sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam pencegahan TBC melalui deteksi dini. "Indonesia masih menempati peringkat kedua untuk kasus TBC di dunia. Ini menjadi tantangan besar bagi kita semua, terutama pemerintah daerah yang didukung oleh PKK. PKK adalah organisasi yang menjangkau sampai ke pintu rumah masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, penanganan TBC tidak hanya berfokus pada penyintas, tetapi juga harus melibatkan keluarga terdekat agar rantai penularan dapat diputus. "Bukan hanya penyintas yang wajib minum obat, tetapi juga keluarga terdekat harus mendapatkan obat pencegahan TBC. Edukasi ini penting agar angka penularan tidak terus meningkat," tegasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, Eka Darmana Putra, menyebutkan bahwa jumlah kasus TBC di daerah tersebut mencapai hampir 10 ribu kasus, yang terdiri dari kasus kronis hingga pasien yang baru terindikasi. "Ada yang sudah kronis, dan ada yang baru terdeteksi. Jumlahnya hampir 10 ribuan. Kami terus melakukan penjaringan dan sosialisasi, terutama kepada kelompok berisiko seperti perokok berat," ungkapnya.
Eka menegaskan bahwa pemerintah pusat dan daerah sangat serius dalam menekan angka TBC melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan organisasi profesi dan PKK. "Prinsipnya, mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Kolaborasi seperti ini sangat membantu kami," katanya.
Ia juga menekankan bahwa TBC bisa disembuhkan, asalkan pasien menjalani pengobatan secara konsisten selama enam bulan tanpa terputus. "Terima kasih kepada Ibu Bupati selaku Ketua TP PKK yang selalu aktif mendampingi kami di 43 puskesmas dan dekat dengan masyarakat dalam upaya pencegahan TBC," pungkasnya.
Dalam momentum bakti sosial tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Lebak juga menyerahkan paket bantuan kepada para penerima manfaat.
Penanggung jawab kegiatan dari PARI menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka TBC di tingkat nasional, di mana Indonesia menempati peringkat kedua tertinggi di dunia. "Minimal kami melakukan pencegahan dan deteksi dini TBC. Hari ini kami melayani sekitar 100 peserta," ujarnya.
PARI memastikan bahwa kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan lokasi yang berpindah-pindah agar menjangkau lebih banyak masyarakat. "Insya Allah kegiatan ini berlanjut. Lokasi ke depan akan bergantian di wilayah lain," tambahnya.
Melalui kegiatan screening rontgen thorax gratis ini, PARI, bersama TP PKK dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, diharapkan mampu memperkuat upaya pencegahan TBC, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini penyakit paru-paru.