Radar Media Digital - Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) merilis rekaman mengangkis drone Iran yang melitas di wilayah udaranya.
Rekaman tersebut memperlihatkan sistem pertahanan udara UEA mencegat rudal balistik dan drone Iran.
Rekaman tersebut diklaim pihak UEA dilakukan pada Selasa (3/3).
Otoritas pertahanan UEA menyatakan telah menggagalkan ratusan serangan udara sejak pecahnya konflik kawasan pada Sabtu (28/2).
Puluhan rudal dan ratusan drone serangan yang diluncurkan dari Iran juga diklaim berhasil digagalkan.
Ketegangan kawasan meningkat setelah UEA mengonfirmasi pencegatan besar-besaran terhadap rudal dan drone Iran.
Kondisi ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Meski demikian namun lokasi dan tanggal pasti rekaman yang dipublikasikan tidak dapat diverifikasi secara independen.
Pihak Kementerian UEA menyebutkan bahwa pihaknya berhasil mencegat 11 rudal balistik dan 123 drone.
Sementara satu rudal menghantam wilayah UEA namun tanpa menimbulkan korban jiwa.
Total 812 drone Iran dilaporkan terdeteksi, 755 di berhasil dicegat dan 57 lainnya menghantam wilayah UEA.
Sementara delapan rudal jelajah dihancurkan meski menyebabkan kerusakan.
Selain itu terdapat tiga korban jiwa warga negara Pakistan, Nepal, dan Bangladesh.
Meski demikian, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menekankan serangan rudal dan drone terhadap negara-negara di seluruh kawasan tersebutbukan merupakan permusuhan terhadap rakyat di kawasan tersbut.
Apa yang dilakukan Iran lakukan adalah menargetkan pangkalan militer Amerika.
“sama sekali bukan merupakan permusuhan dari bangsa Iran terhadap rakyat di kawasan itu.”
“Apa yang kami lakukan adalah menargetkan pangkalan militer Amerika,” klaimnya. “Ini adalah prinsip hukum internasional. Kami telah menjadi sasaran agresi militer. Kami memiliki hak untuk membela diri, dan kami memiliki kewajiban untuk membela diri.”