Kota Bandung merayakan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 dengan penekanan pada peran koperasi sebagai lembaga ekonomi sekaligus gerakan sosial yang mendorong nilai kebersamaan dan gotong royong di masyarakat. Pada acara yang diadakan di Balai Sartika Convention Hall, Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, menyatakan bahwa tema tahun ini, Koperasi Maju, Indonesia Adil Makmur, menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi koperasi sebagai pilar ekonomi bangsa.
Erwin menekankan perlunya koperasi untuk bertransformasi di tengah gempuran ekonomi digital. Ia menyatakan, koperasi harus lebih dari sekadar bertahan, dan seharusnya berperan sebagai pemain utama dalam ekosistem ekonomi, baik lokal maupun global. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bandung untuk mendukung penguatan koperasi dengan berfungsi sebagai mitra strategis, fasilitator, dan akselerator dalam mencapai visi Bandung Utama yang berdaya saing, mandiri, dan berkelanjutan.
Dalam menghadapi tantangan digitalisasi, Erwin menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antaranggota koperasi. Dia percaya bahwa semangat gotong royong yang menjadi inti koperasi harus terus dipertahankan agar lembaga ini tetap relevan di tengah perubahan zaman.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) Kota Bandung, Budi Rukmana, menjelaskan bahwa koperasi merupakan indikator keberhasilan pembinaan ekonomi kerakyatan. Saat ini, terdapat 862 koperasi aktif di Kota Bandung dengan total anggota mencapai 19.262 orang. Selain itu, terdapat 151 Koperasi Merah Putih yang berperan sebagai motor penggerak ekonomi di berbagai wilayah kota.
Pemkot Bandung terus berupaya meningkatkan kapasitas koperasi melalui pelatihan, pendampingan usaha, dan penguatan manajemen berbasis digital. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan koperasi lebih modern, transparan, dan berdaya saing tinggi.
Peringatan Harkopnas tahun ini juga mencakup penandatanganan kerja sama antara koperasi simpan pinjam dan koperasi merah putih, bazar produk UMKM, serta pemberian penghargaan bagi koperasi berprestasi tahun 2025. Kegiatan ini menggambarkan sinergi antara pemerintah, pelaku koperasi, dan masyarakat dalam memperkuat ekonomi lokal.
Ketua DPRD Kota Bandung, Asep Mulyadi, menekankan pentingnya dukungan regulasi yang berpihak pada pengembangan koperasi dan UMKM. Ia berpendapat bahwa koperasi harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman agar tetap menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Asep menegaskan bahwa transformasi digital koperasi merupakan keharusan untuk mampu menjangkau pasar yang lebih luas dan memberikan layanan yang lebih efisien kepada anggotanya.