Tarif Impor 10% Trump Picu Ketidakpastian Ekonomi Global
Internasional

Tarif Impor 10% Trump Picu Ketidakpastian Ekonomi Global

55 NEWS – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali menggebrak panggung ekonomi global dengan mengumumkan pemberlakuan tarif impor baru sebesar 10%. Langkah ini diambil menyusul pembatalan bea tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung (MA) AS terhadap hampir seluruh mitra dagang negara tersebut pada Jumat (20/2/2026) waktu setempat. Keputusan kontroversial ini diprediksi akan memicu gelombang ketidakpastian baru dalam rantai pasok dan hubungan dagang internasional.

Related Post

Gebrakan Strategis di BTN! Sosok Penting dari BUMN Ini Resmi Duduki Kursi Wakil Komisaris Utama, Siap Bawa Bank Perumahan Melesat Lebih Jauh?

Bukan Sekadar Ganti Nama! Matahari Department Store Kini MDS Retailing: Mengungkap Visi Raksasa Ritel Menjelang 2026, Ada Apa di Balik Layar?

Menyikapi putusan MA, Trump tidak menyembunyikan kemarahannya. Dalam pernyataan yang penuh amarah, ia melontarkan kritik pedas kepada para hakim MA, menyebut mereka "sangat tidak patriot dan tidak setia terhadap konstitusi". Mantan orang nomor satu di AS itu bahkan menuduh para hakim terpengaruh "kepentingan asing", sebuah tudingan serius yang menggarisbawahi ketegangan antara eksekutif dan yudikatif. "Saya malu terhadap sejumlah hakim MA, sangat malu karena mereka tak punya keberanian melakukan hal yang benar bagi negara kita," ujar Trump, menggambarkan putusan tersebut sebagai "sangat mengecewakan".

Gedung Putih melalui pernyataan resminya mengkonfirmasi bahwa tarif impor ad valorem 10% yang baru ini akan mulai berlaku pada 24 Februari pukul 00:01 waktu standar timur (12:01 WIB). Bea impor sementara ini akan diberlakukan selama periode 150 hari, menargetkan barang-barang yang diimpor ke Amerika Serikat secara global. Keputusan ini ditegaskan melalui penandatanganan perintah eksekutif oleh Presiden Trump, menandakan keseriusan pemerintahannya dalam menerapkan kebijakan proteksionis.

Para analis ekonomi dari 55tv.co.id memprediksi bahwa langkah ini berpotensi menimbulkan riak signifikan di pasar global. Pemberlakuan tarif 10% secara menyeluruh dapat meningkatkan biaya produksi bagi perusahaan-perusahaan AS yang bergantung pada bahan baku impor, yang pada akhirnya bisa diteruskan kepada konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi. Selain itu, kebijakan ini juga berisiko memicu respons balasan dari negara-negara mitra dagang, memperparah ketegangan perdagangan dan mengancam stabilitas ekonomi dunia yang sedang berjuang pulih dari berbagai tantangan. Dampak pada rantai pasok global, yang baru saja mulai stabil, juga menjadi sorotan utama, mengingat ketidakpastian dapat menghambat investasi dan pertumbuhan.

Dengan keputusan ini, Presiden Trump sekali lagi menegaskan komitmennya terhadap kebijakan ‘America First’ melalui instrumen perdagangan. Dunia kini menanti bagaimana pasar dan negara-negara lain akan bereaksi terhadap ‘badai’ tarif baru yang diluncurkan Washington.

Editor: Akbar soaks

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar

Komentar

NamaSurelSitus web

Simpan nama, email, dan situs web saya pada peramban ini untuk komentar saya berikutnya.

You can share this post!