Radar Media Digital - Editor Indonesia, Teheran – Media pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya dua pejabat tinggi militer dan pertahanan dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang terjadi kemarin. Kematian mereka menambah daftar panjang elite Iran yang dilaporkan gugur dalam operasi militer tersebut, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Kantor berita resmi Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), menyatakan bahwa Ali Shamkhani, Sekretaris Dewan Pertahanan Iran, serta Mohammad Pakpour, Komandan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), tewas dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, militer Israel melalui Israel Defense Forces (IDF) menyebut Shamkhani dan Pakpour termasuk dalam tujuh pejabat tinggi Iran yang menjadi korban serangan udara.
Daftar Pejabat Tinggi Iran yang Tewas
Selain Shamkhani dan Pakpour, IDF juga melaporkan sejumlah nama lain yang diklaim tewas, yakni:
Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
Saleh Asadi, Kepala Direktorat Intelijen Komando Darurat Khatam al-Anbiya
Mohammad Shirazi, Kepala Biro Militer
Hossein Jabal Amelian, Ketua Organisasi Inovasi dan Riset Pertahanan
Reza Mozaffari-Nia, mantan Ketua Organisasi Inovasi dan Riset Pertahanan
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam wawancara telepon dengan NBC News, mengatakan bahwa Khamenei tewas bersama sejumlah pemimpin puncak lainnya.
“Orang-orang yang membuat semua keputusan, sebagian besar sudah tidak ada,” kata Trump. Ia menambahkan bahwa sejumlah besar pemimpin Iran juga ikut tewas, meski tidak merinci lebih lanjut.
Mekanisme Suksesi Pemimpin Tertinggi Iran
Seiring konfirmasi wafatnya Khamenei, perhatian kini tertuju pada proses suksesi kepemimpinan di Iran.
Berdasarkan Pasal 111 Konstitusi Iran, pemilihan pemimpin tertinggi baru menjadi kewenangan Assembly of Experts, sebuah lembaga yang terdiri dari 88 ulama yang dipilih rakyat dan memiliki otoritas menunjuk maupun memberhentikan pemimpin tertinggi.
Menurut Council on Foreign Relations (CFR), sebelum Majelis Ulama tersebut mengambil keputusan, tugas pemimpin tertinggi akan dijalankan sementara oleh dewan tiga orang yang terdiri dari presiden, kepala lembaga peradilan, dan seorang ahli hukum dari Dewan Garda yang dipilih oleh Dewan Kemaslahatan Negara.
Jika salah satu dari tiga pejabat tersebut tidak dapat menjalankan tugas, maka Dewan Kemaslahatan Negara berwenang menunjuk pengganti sementara.
Suzanne Maloney, peneliti senior kebijakan Timur Tengah di Brookings Institution, menilai bahwa mekanisme suksesi Iran relatif kokoh terhadap intervensi eksternal.
“Perubahan di puncak kepemimpinan Iran saja tidak cukup untuk meruntuhkan sistem yang ada saat ini,” tulis Maloney dalam analisanya di laman CFR.