Rutan Medaeng Sidoarjo Raih Peringkat II Pengelolaan Aplikasi Srikandi Ditjenpas Jatim
Radar Digital

Rutan Medaeng Sidoarjo Raih Peringkat II Pengelolaan Aplikasi Srikandi Ditjenpas Jatim

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Surabaya atau Rutan Medaeng, Waru, Sidoarjo, meraih Penghargaan Peringkat II dalam Pengelolaan Aplikasi Srikandi (Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi) dari Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diserahkan Kepala Kanwil Ditjenpas Jatim Kadiyono kepada Kepala Rutan Kelas I Surabaya Tomi Elyus. Penyerahan dilakukan dalam kegiatan yang digelar di Sarana Asimilasi dan Edukasi Lapas Kelas I Malang.

Percepatan administrasi dan efisiensi dokumen

Tomi menyampaikan, pemanfaatan aplikasi Srikandi tidak hanya terkait pengarsipan dokumen, tetapi juga menjadi bagian dari percepatan birokrasi di lingkungan pemasyarakatan.

“Penerapan aplikasi Srikandi di Rutan Surabaya bertujuan mempercepat proses administrasi dan meningkatkan efisiensi tata kelola dokumen. Digitalisasi kearsipan adalah keniscayaan yang harus dihadapi seluruh institusi pemerintah, termasuk pemasyarakatan,” kata Tomi, Jumat (12/9).

Menurutnya, sistem tersebut mendukung tata kelola arsip yang lebih tertib, transparan, dan mudah diakses. Dengan begitu, pelayanan publik di Rutan Surabaya diharapkan dapat berjalan lebih modern, profesional, dan berintegritas.

Didorong untuk adaptif terhadap teknologi

Tomi menambahkan, penghargaan yang diterima akan menjadi dorongan untuk menjaga konsistensi pelayanan publik yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Di sisi lain, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Ditjenpas terus mendorong seluruh UPT Pemasyarakatan agar beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi. Salah satu langkahnya melalui penerapan aplikasi Srikandi yang mengintegrasikan sistem kearsipan lintas instansi sesuai prinsip e-government.

Ke depan, Rutan Medaeng menyatakan akan terus berinovasi sejalan dengan visi Kemenimipas dalam mewujudkan pemasyarakatan yang akuntabel, modern, dan profesional.

“Transformasi digital bukan hanya slogan, tapi langkah nyata. Melalui teknologi, birokrasi yang dulu berbelit kini bisa dipangkas, sehingga masyarakat merasakan pelayanan yang semakin efektif,” ujar Tomi.

You can share this post!