AIRSPACE REVIEW – Pameran pertahanan dunia, World Defense Show 2026, yang dilaksanakan di Riyadh, Arab Saudi pada 8-12 Februari ini, menjadi pintu masuk bagi Rusia untuk menawarkan kerja sama kemitraan yang besar dengan Arab Saudi.
Tiket pameran dirgantara
Di pameran dua tahunan ini, Rosoboronexport akan mengadakan pertemuan dengan lembaga penegak hukum dan perwakilan sektor industri pertahanan Arab Saudi dan negara-negara lain di kawasan tersebut untuk membahas isu-isu kemitraan teknologi. CEO Rosoboronexport Alexander Mikheev mengatakan kepada TASS.
“Rosoboronexport akan mengadakan pertemuan dan negosiasi selama program bisnis pameran dengan delegasi otoritas penegak hukum Kerajaan Arab Saudi, dan negara-negara lain yang berpartisipasi dalam pameran, serta pabrik-pabrik industri pertahanan di kawasan ini,” ujarnya.
Dikatakan bahwa kemitraan yang ditawarkan Rusia bertujuan untuk pengembangan dan produksi bersama persenjataan serta material dengan menggunakan teknologi dan pengalaman unik Rusia.
Pintu & Jendela
Negara-negara Timur Tengah ingin mengembangkan industri pertahanan mereka sendiri dan membutuhkan lokalisasi produksi sebagian di tingkat legislatif dalam kerangka kerja sama, lanjut Mikheev.
Ditekankan bahwa kerja sama teknologi hingga saat ini merupakan salah satu tren utama di pasar senjata global, termasuk bagi Rusia dengan negara-negara sahabat/
Minat Terhadap Su-57E dan Su-35 Rusia Tinggi
Dalam kesempatan yang sama, Mikheev mengatakan bahwa jet tempur generasi kelima Rusia yang ditawarkan untuk pasar ekspor, yaitu Su-57E dan Su-35, menarik banyak minat calon pelanggan. Kedua pesawat, tandasnya, telah teruji di medan pertempuran.
Peta navigasi udara
Selain pesawat tempur, helikopter Ka-52E, tank T-90MS, amunisi Lancet-E, dan drone lainnya, yang semuanya telah digunakan dalam pertempuran, juga mendatangkan minat terbesar di antara mitra asing.
“Mitra kami tertarik pada model-model berteknologi tinggi terbaru yang memenuhi tren pasar global terkini. Tentu saja, minat terbesar dihasilkan oleh produk-produk yang telah diuji dalam kondisi pertempuran.”
Selain itu, masih ada sistem penyembur api berat Tosochka, kendaraan lapis baja Tigr dan Typhoon, sistem rudal permukaan ke udara jarak jauh dan menengah terbaru S-400 Triumf, keluarga sistem rudal antipesawat Viking dan Tor, sistem rudal/senjata permukaan ke udara Pantsir, dan MANPADS Verba serta Igla-S, juga menjadi sorotan negara-negara di luar Rusia.
Di segmen pesawat tak berawak, Mikheev menggarisbawahi bahwa posisi teratas dicapai oleh drone Lancet-E dan KUB, drone pengintai Orlan-10E dan Orlan-3 0, serta drone Skat 350M dan Supercam S350. Drone-drone yang disebutkan ini dipamerkan di World Defense Show 2026.
Okelah, kita tunggu ya hasil lobi-lobi Rusia di pameran ini. (RNS)