Radar Media Digital - JAKARTA, ARAHKITA.COM – Nilai tukar rupiah kembali mengalami tekanan pada perdagangan Senin pagi. Mata uang Garuda dibuka melemah 29 poin atau sekitar 0,16 persen ke level Rp17.992 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp17.963 per dolar AS.
Pergerakan rupiah pada awal pekan ini menunjukkan bahwa pasar masih mencermati berbagai sentimen, baik dari dalam negeri maupun perkembangan ekonomi global. Fluktuasi nilai tukar dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari arah kebijakan suku bunga bank sentral, pergerakan dolar AS, hingga dinamika pasar keuangan internasional.
Baca juga:
B50 Dinilai Mampu Perkuat Rupiah dan Tekan Impor BBM, Ekonom: Asal Tata Kelolanya Tepat
Pelemahan rupiah menjadi salah satu indikator yang terus dipantau pelaku pasar karena berpengaruh terhadap aktivitas perdagangan, investasi, serta biaya impor. Meski demikian, pergerakan nilai tukar masih berpotensi berubah mengikuti perkembangan sentimen pasar sepanjang hari dikutip Antara.
Pelaku usaha dan investor pun diharapkan tetap mencermati perkembangan ekonomi global maupun kebijakan moneter yang dapat memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam beberapa waktu ke depan.
Baca juga:
Rupiah Melemah ke Rp17.995 per Dolar AS, Tekanan Sentimen Domestik dan Global Masih Membayangi
Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp17.851 per Dolar AS, Ketegangan Iran-AS Mereda dan Harga Minyak Stabil
Editor : Farida Denura