Pesta Retail 2026 di Prambanan: Mendorong Transformasi Digital UMKM
Radar Digital

Pesta Retail 2026 di Prambanan: Mendorong Transformasi Digital UMKM

SLEMAN - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta toko kelontong memasuki fase baru dalam penguatan dan pengembangan mereka. Dalam upaya menjaga keberlangsungan dan pertumbuhan ritel rakyat, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta kini diarahkan pada percepatan transformasi digital.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara Pesta Retail 2026 yang diselenggarakan oleh Sampoerna Retail Community (SRC) di pelataran Candi Prambanan pada Rabu malam, 11 Februari 2026. Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 3.000 anggota yang mewakili ratusan ribu toko dari berbagai daerah di Indonesia.

Mewakili Menteri Perdagangan, Direktur Bina Usaha Perdagangan, Septo Soepriyatno, menegaskan bahwa toko kelontong tetap memegang peranan penting sebagai tulang punggung ritel nasional. Menurutnya, kemitraan antara pemerintah dan SRC dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan hasil yang signifikan.

"Toko kelontong tidak hanya bertahan, tetapi juga mengalami transformasi. Mereka semakin adaptif terhadap perubahan," ucap Septo. Ia menambahkan bahwa pemerintah terus berupaya membuka peluang agar UMKM dapat naik kelas melalui perluasan akses pasar, business matching, dan kampanye penggunaan produk lokal.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, juga menekankan pentingnya peran UMKM sebagai fondasi ekonomi masyarakat. Ia menyatakan bahwa perubahan lanskap usaha menuntut adanya pembaruan dalam cara kerja. "Digitalisasi, pencatatan keuangan yang tertib, manajemen stok berbasis data, hingga pembayaran non-tunai menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan," jelas Sultan.

Menurutnya, pendampingan yang dilakukan oleh SRC sangat membantu warung dan toko kelontong dalam beradaptasi tanpa kehilangan akar sosialnya sebagai penggerak ekonomi lokal.

Elvira Lianita, Direktur HM Sampoerna Tbk, menjelaskan bahwa Pesta Retail merupakan bentuk apresiasi bagi ribuan toko terpilih yang mewakili lebih dari 250 ribu anggota SRC di seluruh Indonesia. Sejak berdirinya pada tahun 2008, jaringan SRC telah berkembang menjadi salah satu komunitas ritel terbesar dengan ribuan mitra pendukung.

Pendampingan yang diberikan secara berkelanjutan telah memberikan dampak signifikan, mulai dari peningkatan kapasitas usaha hingga lonjakan omzet bagi anggotanya. Acara ini, yang digelar di kawasan warisan budaya dunia, juga menegaskan bahwa modernisasi UMKM dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai lokal.

Dari Prambanan, kolaborasi menjadi kata kunci utama: ritel rakyat harus terhubung, berjejaring, dan memanfaatkan teknologi agar mampu bersaing di masa depan.

You can share this post!