Perumahan Bergaya Belanda di Deli Serdang Menjadi Destinasi Wisata Baru
Deteksi Viral

Perumahan Bergaya Belanda di Deli Serdang Menjadi Destinasi Wisata Baru

Deli Serdang - Sebuah perumahan bergaya Belanda di Deli Serdang mendadak viral di media sosial, menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah. Hunian dengan desain arsitektur khas Eropa ini kini telah bertransformasi menjadi lokasi wisata dadakan yang ramai dikunjungi, terutama pada akhir pekan.

Perumahan tersebut, yang dikenal dengan nama Suryamas Liandra City, terletak di Desa Paya Gambar, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Kawasan ini mulai dibangun pada tahun 2025 dan berlokasi tidak jauh dari Bandara Internasional Kualanamu.

Daya Tarik Arsitektur Klasik

Suryamas Liandra City menarik perhatian karena tampil beda dibandingkan hunian pada umumnya. Desain bangunannya yang menyerupai arsitektur klasik Belanda menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang ingin berfoto, bersantai, atau sekadar melihat keunikan kawasan tersebut.

Setiap harinya, ratusan pengunjung datang untuk mengabadikan momen. Dari anak-anak hingga orang dewasa, banyak yang terlihat asyik menggunakan telepon genggam untuk berswafoto atau membuat konten untuk media sosial.

Suasana yang Nyaman untuk Bersantai

Pengunjung mengungkapkan bahwa suasana kawasan yang asri dan tertata rapi turut memperkuat daya tarik lokasi ini. Salah seorang pengunjung, Budi (36) dari Kota Medan, mengaku datang bersama keluarganya hanya untuk menikmati suasana dan berfoto di kawasan tersebut. "Di sini pemandangannya indah, udaranya sejuk. Kami bisa berfoto dan melihat banyak masyarakat lain yang juga datang," ujarnya.

Kunjungan yang Meningkat

Pihak pengelola Suryamas Liandra City juga mengkonfirmasi tingginya antusiasme masyarakat. Petugas keamanan, Ricky, mengungkapkan bahwa jumlah pengunjung dapat mencapai lebih dari 100 orang setiap hari. Pihak pengelola membuka akses masuk bagi masyarakat pada jam tertentu, mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.30 WIB.

Pengunjung diperbolehkan duduk santai, memesan minuman di kafe yang telah disediakan, serta berfoto di area taman dan titik-titik yang diizinkan. Namun, pengelola tetap menerapkan aturan agar kawasan terjaga, seperti larangan memetik bunga dan memasuki area yang telah ditentukan.

Dampak Ekonomi dan Potensi Wisata

Peningkatan kunjungan ini tidak hanya menjadikan kawasan tersebut sebagai lokasi favorit untuk berfoto, tetapi juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi lingkungan sekitar. Aktivitas pengunjung dapat mendorong tumbuhnya usaha kecil, kuliner, dan jasa pendukung lainnya.

Dengan semakin dikenal luasnya kawasan ini, Suryamas Liandra City berpotensi menjadi salah satu ikon visual baru di Batang Kuis, terutama karena lokasinya yang strategis dekat dengan jalur menuju Bandara Kualanamu. Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah kawasan hunian dapat berkembang menjadi pusat perhatian publik berkat daya tarik visual dan penyebaran di media sosial.

You can share this post!