Perpanjangan Relasi KA Supas Hingga Probolinggo, KAI Commuter Siapkan Empat Jadwal Harian
Lifestyle

Perpanjangan Relasi KA Supas Hingga Probolinggo, KAI Commuter Siapkan Empat Jadwal Harian

News

SUARA INDONESIA, SURABAYA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Commuter resmi memperpanjang relasi KA Supas (Surabaya–Pasuruan) hingga Probolinggo mulai 1 Maret 2026.

Direktur Operasi dan Pemasaran KAI Commuter, Heri Siswanto, mengatakan perpanjangan relasi ini merupakan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kota Probolinggo dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

"Langkah tersebut diambil untuk memperkuat konektivitas kawasan pesisir timur Jawa Timur sekaligus menjawab kebutuhan mobilitas pekerja dan mahasiswa," jelasnya, Senin (2/3/2026).

Perpanjangan dua perjalanan pagi dan malam ini, sambungnya diperkuat dengan empat jadwal operasional harian serta peningkatan fasilitas stasiun guna mengakomodasi potensi ratusan penumpang per hari.

“Mulai 1 Maret kemarin, relasi KA Supas yang sebelumnya hanya Surabaya-Pasuruan resmi diperpanjang hingga Probolinggo. Ada dua perjalanan yang kami perpanjang, yakni keberangkatan pagi dan malam,” ujar Heri.

Ia menjelaskan, secara umum jadwal keberangkatan dari Surabaya tidak berubah. Penyesuaian dilakukan pada pola kedatangan dan keberangkatan dari Probolinggo agar selaras dengan jadwal eksisting.

Dalam operasionalnya, KAI Commuter kini mengoperasikan empat perjalanan setiap hari, yakni:

KA 453B relasi Surabaya–Probolinggo berangkat pukul 01.50 WIB.

KA 454B relasi Probolinggo–Surabaya berangkat pukul 04.10 WIB.

KA 459B relasi Surabaya–Probolinggo berangkat pukul 18.10 WIB.

KA 460B relasi Probolinggo–Surabaya berangkat pukul 21.22 WIB.

Dengan jadwal tersebut, penumpang dari Probolinggo yang berangkat pukul 04.10 WIB diperkirakan tiba di Surabaya sekitar pukul 06.30 WIB, sehingga masih memiliki cukup waktu untuk melanjutkan aktivitas kerja maupun perkuliahan.

Dari sisi tarif, KAI menetapkan harga Rp8.000 untuk relasi hingga Probolinggo. Sebelumnya, tarif Surabaya–Pasuruan sebesar Rp6.000.

“Penyesuaiannya hanya Rp2.000. Kami akan evaluasi secara berkala. Jika okupansi terus meningkat dan sarana memungkinkan, tidak menutup kemungkinan dilakukan penambahan rangkaian,” kata Heri.

Saat ini, KA Supas terdiri atas enam kereta dengan kapasitas 106 tempat duduk per kereta, atau total 636 tempat duduk per perjalanan. Jarak tempuh relasi Surabaya–Probolinggo mencapai sekitar 101 kilometer.

Heri menyebut respons masyarakat pada hari pertama operasional cukup positif. Dari data internal, keberangkatan perdana dari Probolinggo tercatat sekitar 400 penumpang, sedangkan kedatangan mencapai hampir 200 penumpang.

Pada hari berikutnya, sebut Heri tercatat juga jumlah penumpang pagi menunjukkan tren peningkatan.

Selain itu, ia menambahkan, berdasarkan data statistik yang dilakukan bersama lembaga BPS, sekitar 52 persen penduduk Probolinggo merupakan pekerja atau pegawai. Pada 2024, tercatat sekitar 174 ribu orang di wilayah tersebut menggunakan jasa angkutan kereta api.

Potensi inilah yang menjadi dasar optimisme pengembangan layanan, terangnya.

“Pemerintah Kota Probolinggo juga menargetkan 200 hingga 400 penumpang per hari. Sementara dari proyeksi awal, potensi pengguna diperkirakan bisa mencapai 304 orang per hari,” ujarnya.

Untuk menunjang kenyamanan dan kesiapan operasional, sebutnya KAI Commuter turut meningkatkan fasilitas di Stasiun Probolinggo.

Heri merinci, perbaikan meliputi pemasangan kanopi di area peron, perluasan ruang tunggu penumpang, hingga penambahan petugas loket, keamanan, dan kebersihan.

“Kami ingin memastikan aspek pelayanan sejalan dengan peningkatan relasi. Konektivitas bukan hanya soal perjalanan, tetapi juga pengalaman penumpang sejak tiba di stasiun,” kata Heri.

Menurutnya, selain membuka akses mobilitas harian, perpanjangan relasi ini diharapkan mampu mendorong aktivitas ekonomi dua arah antara Surabaya dan Probolinggo.

Untuk itu, lanjutnya warga Probolinggo dapat mengakses pusat perdagangan dan jasa di Surabaya, sementara masyarakat Surabaya memiliki alternatif transportasi terjangkau menuju kawasan timur.

KAI juga menilai keberadaan KA Supas hingga Probolinggo dapat mengurangi kepadatan penumpang pada kereta jarak menengah dan jauh tujuan Jember dan sekitarnya, karena penumpang jarak dekat kini memiliki pilihan layanan tersendiri.

“Kami optimistis layanan ini akan terus berkembang, apalagi bertepatan dengan momentum Ramadan yang biasanya meningkatkan mobilitas masyarakat,” ujar Heri.

Dengan kombinasi jadwal reguler, tarif terjangkau, serta peningkatan fasilitas stasiun, KAI berharap perpanjangan relasi KA Supas menjadi pengungkit konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di koridor Surabaya–Probolinggo. (*)

You can share this post!