Radar Media Digital - KBRN, Bengkulu: Media sosial yang awalnya diciptakan untuk saling berinteraksi kini terus berubah ke tujuan lain, satu diantaranya berdagang. Meski bukan sebagai platform jual beli namun media sosial seperti Facebook, whatsapp menjadi alat untuk melaksanakan aktivitas menawarkan barang atau membeli barang.
Mareta, praktisi ekonomi Bengkulu mengatakan jika media sosial telah membantu masyarakat dalam aktivitas ekonomi. Baik itu dilakukan secara berkala atau spontan.
"Secara berkala itu mereka memang menggunakan fb atau wa untuk berjualan, jualan apa saja yang tidak melanggar standar komunitas. Kalau yang spontan misalnya, pengguna fb tiba-tiba memosting motornya, sepedanya atau rumahnya, itukan hanya sesekali saja," kata Mareta (25/11/2024).
Dulu kata Mareta, sulit bagi seseorang untuk menjual rumah atau barang yang bisa diketahui secara luas. Seseorang harus memasang iklan di media cetak yang biayanya cukup mahal.
Namun kini, tanpa biaya aktivitas promosi barang dilakukan gratis berkat media sosial dan dengan jangkauan luas. Hal ini katanya merupakan sebuah keuntungan tersendiri yang muncul akibat adanya media sosial.
"Sah dan legal karena media sosial digunakan sebagai tempat promosi. Sedangkan aktivitas transaksi jual belinya dilakukan secara langsung atau man to man," ujar Mareta.
Hal ini katanya sedikit berbeda dengan aplikasi khusus jual beli seperti tokopedia, bukalapak atau shopee, yang merupakan sarana penjualan. Transaksi jual beli harus dilakukan melalui aplikasi tersebut dengan cara-cara yang telah ditentukan oleh sistem yang mengaturnya.