IOC sedang menyelidiki Gianni Infantino atas partisipasinya dalam pertemuan perdana "Dewan Perdamaian" yang diadakan di Amerika Serikat. Konferensi ini, yang diperkenalkan oleh Presiden AS Donald Trump sebagai forum internasional untuk memobilisasi investasi dan rencana rekonstruksi Jalur Gaza setelah konflik, menarik banyak tokoh politik dan pemimpin global.
Di sini, Infantino berdiri di samping para politisi yang mengenakan topi merah dengan huruf "USA" dan angka "45-47," merujuk pada dua masa jabatan presiden Trump yang tidak berurutan, sebuah gambar yang menarik perhatian khusus dari media.
Selama acara tersebut, Infantino mengumumkan bahwa FIFA dan Dewan Perdamaian telah menandatangani perjanjian kerja sama yang ia gambarkan sebagai "terobosan," di mana FIFA berkomitmen untuk memobilisasi dana sekitar 75 juta dolar AS untuk membangun infrastruktur sepak bola di Gaza, termasuk lapangan mini di dekat sekolah dan daerah pemukiman, beberapa lapangan berstandar internasional, akademi pelatihan modern, dan stadion berkapasitas 20.000 tempat duduk, untuk berkontribusi pada pemulihan pasca-perang masyarakat.
Namun, ketika ditanya tentang insiden tersebut dalam konferensi pers selama Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina, Coventry mengakui bahwa dia tidak mengetahui sebelumnya tentang kehadiran anggota IOC yang berdiri "tepat di tengah" acara politik ini.
Dia berkata, "Ketika pers mengangkat isu ini, kami akan kembali dan meninjaunya. Statuta Olimpiade sangat jelas tentang apa yang diharapkan dari para anggota." Pada saat yang sama, Presiden IOC menegaskan bahwa organisasi tersebut akan meninjau dokumen-dokumen yang terkait dengan penandatanganan perjanjian tersebut.
Piagam IOC dengan jelas menyatakan bahwa anggota harus "selalu bertindak independen dari kepentingan politik dan komersial" dan tidak boleh menerima arahan apa pun dari pemerintah, organisasi, atau pihak ketiga yang dapat mengganggu kebebasan bertindak dan pemungutan suara mereka. Oleh karena itu, penampilan Infantino bersama para pemimpin politik dan partisipasinya dalam penandatanganan perjanjian yang terkait dengan program yang diprakarsai oleh presiden negara tertentu dapat menimbulkan pertanyaan tentang netralitasnya.
Nyonya Coventry menekankan posisi IOC yang telah lama dipegang teguh bahwa mereka akan mempertahankan netralitas politik, menganggapnya sebagai prasyarat untuk memastikan keadilan dalam olahraga di semua arena. "Itu adalah sesuatu yang akan terus kami upayakan di masa depan," katanya.
Infantino telah lama membina hubungan dekat dengan Trump sejak presiden terpilih kembali pada Januari 2025. Pada bulan Desember, Infantino menyerahkan Hadiah Perdamaian FIFA pertama kepada Trump pada acara pengundian Piala Dunia 2026 di Washington.
Insiden ini telah memicu perdebatan luas tentang batasan antara kepemimpinan olahraga internasional dan netralitas dalam politik global, terutama karena organisasi seperti IOC dan FIFA berupaya menjunjung tinggi nilai-nilai inti mereka dalam lanskap geopolitik yang semakin kompleks.