detikNews Berita
6 Hal Diketahui Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Dihentikan
Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 31 Jan 2026 11:45 WIB
Jakarta -
Penyelidikan kematian selebgram Lula Lahfah di apartemen kawasan Jakarta Selatan dihentikan. Tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus tersebut.
Jumpa pers hasil penyelidikan kematian Lula digelar di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026). Tim penyelidik dari Polres Metro Jakarta Selatan, perwakilan Kementerian Kesehatan, hingga dokter yang pertama kali memeriksa jenazah Lula dihadirkan untuk memberikan penjelasan.
Berikut hal-hal yang diketahui.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Tidak Ada Tanda Kekerasan
Polisi memastikan tidak ada tanda penganiayaan atau upaya melawan hukum dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah. Polisi telah mengecek semua bukti dan saksi.
Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan. Lula Lahfah meninggal karena kehabisan napas.
ADVERTISEMENT
"Keterangan dari RS Fatmawati bahwa kondisi Saudari LL ini meninggal dunia dengan kehabisan napas. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan atau kekerasan," ujarnya.
"Di sini tidak ada tanda-tanda kekerasan atau upaya melawan hukum," ujarnya.
Baca juga: Perkara Kematian Lula Lahfah Disetop Sebab Tak Ada Unsur Pidana
Polisi menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas Lula Lahfah sebelum meninggal. (Rumondang N/detikcom)
2. Tak Ada Unsur Pidana
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah, mengatakan dalam kasus kematian selebgram Lula Lahfah, tidak ada kekerasan dan upaya melawan hukum. Dia menyebut tidak ada unsur pidana dalam kasus ini.
"Sudah cukup bahwa tidak ditemukan ada peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan di sini terkait penemuan jenazah dari Saudari LL," kata AKBP Iskandarsyah.
Iskandarsyah mengatakan Lula Lahfah meninggal dunia karena kehabisan napas. Menurutnya, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh jenazah.
3. Keluarga Lula Tolak Autopsi Jenazah
Pihak keluarga memutuskan jenazah Lula Lahfah tidak diautopsi. Keputusan tersebut membuat penyebab kematian Lula Lahfah tak bisa disimpulkan.
"Kita tidak bisa menjawab akibat apa, kita tidak bisa menyimpulkan karena tidak dilakukan autopsi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumpa pers di Polres Metro Jaksel, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
"Tadi penjelasan Kasat Reskrim bahwa pihak keluarga tidak berkenan dilakukan autopsi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan," ujarnya.
Polisi menghentikan pengusutan kasus kematian Lula Lahfah karena tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan ataupun unsur pelanggaran pidana lain.
"Sehingga perkara ini, peristiwa ini, oleh Satreskrim Polres Jakarta Selatan dinyatakan dihentikan karena tidak ditemukannya tindak pidana dan perbuatan melawan hukum," ucapnya.
Baca juga: Polisi Periksa ART hingga Rekan Lula Lahfah Dalami Penggunaan Whip Pink
Polisi menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan aktivitas Lula Lahfah sebelum meninggal. (Rumondang/detikcom)
4. Penjelasan Soal Tabung Whip Pink di Kasus Kematian Lula
Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Baresktim Polri, Pembina Azhar Darlan, menjelaskan sejumlah barang bukti dilakukan pemeriksaan usai meninggalnya Lula Lahfah. Barang bukti yang dilakukan pemeriksaan termasuk tisu, kapas, dan tabung whip pink.
"Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami dapat simpulkan bahwa benar bahwa pada seprai terdapat bercak darah pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah dan pada satu buah tabung whip pink itu muncul profil DNA," kata Azhar di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2025).
Hasil pemeriksaan forensik, ditemukan DAN Lula Lahfah di tabung whip pink. Bercak darah yang ditemukan di lokasi kejadian juga diketahui hanya milik Lula Lahfah.
"Kesimpulannya bahwa, bercak darah yang ada pada seprei, bercak darah pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan profilnya itu adalah milik Saudari LL, dan Saudari LL ini adalah anak biologis daripada Saudara Muhammad Feroz," ujarnya.
5. Isi Tabung Whip Pink Kosong
Tabung whip pink yang ditemukan di lokasi kejadian yang identik dengan DNA Lula Lahfah sudah dalam kondisi kosong. Namun, dilakukan uji pembanding dengan merk dan ukuran yang sama, ditemukan kandungan dinitrous oxide.
"Untuk tabung berwarna pink, waktu kami pemeriksaan, keadaan kosong. Tapi dari penyidik dikasih dengan merk yang sama, produksi yang sama, kami periksa, untuk sebagai pembanding, ada mengandung nitro oxide N2O," katanya.
Baca juga: Bareskrim Gandeng Kemenkes dan BPOM soal Peredaran-Penyalahgunaan Gas N2O
Sejumlah barang bukti di kasus tewasnya Lula Lahfah (Rumondang/detikcom)
6. Asal Tabung Whip Pink
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah mengatakan, terkait keberadaan tabung gas N20, pihaknya bekerja sama dengan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri untuk menelusuri asal tabung tersebut. Selain itu, penyidik juga berkoordinasi dengan pihak keamanan apartemen guna menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV).
"Kami tetap untuk menelusuri dari mana tabung tersebut, sehingga disampaikan oleh rekan kita dari Puslabfor Mabes Polri, kita menemukan pembandingnya, karena pembanding tersebut sudah kita dapatkan," ujarnya.
Dia mengatakan, berdasarkan rekaman CCTV, tabung tersebut dibawa oleh saksi A. Setelah dilakukan pendalaman, tabung tersebut diketahui dalam kondisi kosong.
"Kita bekerja sama dengan sekuriti dari pihak apartemen di mana itu diantar tabung tersebut, dan tadi kita saksikan di mana ada satu kantong yang dibawa oleh Saudari A," ujarnya.
"Saudari A itu membawa kantong yang berisi tabung pink tersebut, yang setelah kita dalami dan setelah hasil pemeriksaan Puslabfor, tabung tersebut kosong," sambung dia.
Lihat juga Video: Polisi Hentikan Penyelidikan Kematian Lula Lahfah
[Gambas:Video 20detik]
Halaman 2 dari 3
(kny/jbr)
lula lahfah selebgram lula lahfah lula lahfah meninggal kematian lula lahfah jabodetabek polres metro jakarta selatan polda metro jaya
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
detikHot
Perasaan Dewi Gita-Armand Sehari Sebelum Vidi Aldiano Meninggal
Wolipop
7 Gaya Lisa BLACKPINK Jadi Tamu VIP Konser Bad Bunny di Jepang
detikOto
DFSK Beri Sinyal Luncurkan Mobil Baru, EV Atau Hybrid?
detikNews
Qatar Bicara Pengkhianatan saat Kena Serangan Iran
detikInet
Yah! Sony Tak Lagi Berencana Rilis Game PS5 ke PC
detikTravel
Cara Bandara di Oman Selamatkan Turis-turis yang Terjebak Perang
Sepakbola
Galatasaray Vs Liverpool: Arne Slot Disarankan Cadangkan Pemain Ini
part of
Connect With Us
Copyright @ 2026 detikcom.
All right reserved
Kategori
detikNews
detikEdukasi
detikFinance
detikInet
detikHot
detikSport
Sepakbola
detikOto
detikProperti
detikTravel
detikFood
detikHealth
Wolipop
detikX
20Detik
detikFoto
detikHikmah
detikPop
Layanan
berbuatbaik.id
Pasang Mata
Adsmart
detikEvent
Signature Awards
Trans Snow World
Trans Studio
Bingkai.id
Ziswafctarsa.id
Flying Over Indonesia
For Your Business
rekomendit
Community Connect
Informasi
Redaksi
Pedoman Media Siber
Karir
Kotak Pos
Media Partner
Info Iklan
Privacy Policy
Disclaimer
Jaringan Media
CNN Indonesia
CNBC Indonesia
Haibunda
Insertlive
Beautynesia
Female Daily
CXO Media