Pentingnya Relasi Emosional dalam Proses Belajar Anak
Lifestyle

Pentingnya Relasi Emosional dalam Proses Belajar Anak

Radar Media Digital - RRI.CO.ID, Semarang – Konsep belajar relasional dinilai penting dalam membentuk proses belajar yang lebih bermakna bagi anak. Pendekatan ini menekankan hubungan emosional sebagai dasar sebelum materi dipahami.

Fenomena meningkatnya kecemasan pada anak menjadi perhatian dalam dunia pendidikan. Banyak remaja mengalami tekanan emosional akibat lingkungan dan paparan media sosial.

Educator dan founder The Excellent Study & Rewiring Hope Anastasia Tantri, menilai relasi menjadi kunci utama dalam proses belajar. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi dua arah agar anak merasa aman.

Ia menjelaskan, rasa aman menjadi pintu awal agar anak mau membuka diri. “Belajar itu bukan soal isi kepala, tapi bagaimana relasi itu dibangun lebih dulu,” ujarnya.

Menurut Tantri, pandemi memunculkan fenomena relation loss dalam pendidikan. Ia menyebut kehilangan relasi berdampak lebih besar dibanding kehilangan materi belajar.

Selain itu, paparan media sosial membuat anak sering membandingkan diri dengan orang lain. Kondisi ini memicu kecemasan karena standar yang dilihat tidak selalu realistis.

Pembahasan tersebut disampaikan dalam dialog di Studio Pro 2 RRI Semarang pada Senin, 30 Maret 2026 pagi. Diskusi mengangkat konsep belajar relasional dalam pendidikan modern.

Tantri menjelaskan anak membutuhkan rasa aman sebelum mampu berpikir kritis. Tanpa rasa aman, metode pembelajaran tidak akan memberi dampak jangka panjang.

Ia mencontohkan satu soal dapat membutuhkan waktu lama jika anak belum merasa nyaman. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri anak.

. Ia menilai hubungan dengan pendidik lebih berpengaruh dibanding teknik belajar. “Anak itu belajar dari relasi, bukan dari metode semata,” katanya.

Dalam praktiknya, komunikasi hangat menjadi kunci membangun relasi yang kuat. Interaksi sederhana seperti mendengarkan tanpa menghakimi dapat membantu perkembangan emosional anak.

Tantri juga menyoroti pembelajaran online yang tetap bisa efektif jika relasi terjaga. Ia menyebut komunikasi menjadi faktor utama dalam menghubungkan guru dan siswa secara digital.

Menurutnya, motivasi saja tidak cukup tanpa hubungan yang nyata. Anak membutuhkan kehadiran figur dewasa yang memahami kondisi mereka.

Ia menegaskan pentingnya hubungan dalam proses belajar. “Relasi itu bukan tambahan dalam pendidikan, tapi pendidikan itu sendiri,” ujarnya.

Ia mengajak orang tua dan pendidik untuk lebih hadir dalam kehidupan anak. Kehadiran sederhana dinilai dapat menjadi titik balik bagi perkembangan anak.

You can share this post!