Pemerintah Kota Blitar baru saja meluncurkan Klinik Pengawasan Online atau Klik-Was Online, sebuah aplikasi berbasis web yang bertujuan untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah. Peluncuran aplikasi ini berlangsung di Ruang ISC Diskominfotik Kota Blitar pada Senin, 3 November 2025.
Inspektur Daerah Kota Blitar, Ratih Dewi Indarti, menyatakan bahwa kehadiran Klik-Was Online merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Aplikasi ini tidak hanya memperkuat peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sebagai pengawas, tetapi juga sebagai mitra konsultatif bagi perangkat daerah.
"Aplikasi ini menjadi sarana konsultasi kegiatan yang menggunakan keuangan daerah, baik yang dikelola oleh pemerintah maupun masyarakat, seperti program RT Keren dan pembangunan infrastruktur," ungkap Ratih.
Ratih menambahkan bahwa Klik-Was Online memungkinkan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah berjalan lebih cepat dan efisien. "Ini sifatnya koordinatif. Meski dikelola Inspektorat, kami juga bekerja sama dengan OPD lain. Harapannya, aplikasi ini bisa menjadi langkah cepat, responsif, dan solutif untuk mencegah tindakan korupsi," jelasnya.
Melalui Klik-Was Online, masyarakat maupun perangkat daerah dapat melakukan konsultasi, melampirkan bukti dukung, hingga memantau tindak lanjut laporan secara daring. Proses pengawasan dapat dilakukan selama 24 jam tanpa harus datang ke kantor Inspektorat.
Selain peluncuran, Ratih juga memberikan sosialisasi mengenai mekanisme pelaporan dan panduan penggunaan aplikasi, termasuk cara menyampaikan laporan serta prosedur verifikasi aduan. Upaya ini diharapkan dapat mendorong budaya pelaporan yang lebih transparan di lingkungan pemerintahan Kota Blitar.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, memberikan apresiasi atas peluncuran Klik-Was Online sebagai bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat integritas birokrasi. Menurutnya, aplikasi ini menjadi sarana efektif bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan secara terbuka, cepat, dan terdokumentasi dengan baik.
"Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat sistem pengawasan internal. Masyarakat tidak perlu repot datang ke kantor, cukup lewat website semua laporan bisa masuk, terpantau, dan terdokumentasi," kata Syauqul, yang akrab disapa Mas Ibbin.
Mas Ibbin berharap aplikasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah pelaporan, tetapi juga sebagai ruang kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun pemerintahan yang partisipatif dan berintegritas. "Kami ingin Klik-Was Online menjadi media pembelajaran bersama agar seluruh pihak memahami arti penting integritas dan transparansi dalam pengelolaan keuangan daerah," ujarnya.