Radar Media Digital - KBRN, Bengkulu: Musim hujan yang datang di akhir tahun ini membawa optimisme bagi para petani di kota Bengkulu, karena air hujan yang cukup melimpah dapat mengurangi ketergantungan pada irigasi buatan. Selain itu, kualitas tanah yang semakin subur juga diyakini dapat meningkatkan hasil panen. Para petani sudah mempersiapkan lahan mereka untuk memasuki musim tanam hingga awal tahun depan.
Salah satu petani padi di kelurahan kandang limun, Kota Bengkulu, Asman mengatakan musim hujan ini sangat dinantikan karena dapat mendukung pertumbuhan padi yang optimal. Dirinya dan petani lain telah melakukan persiapan untuk menanam padi sejak awal november.
Adapun yang telah dilakukan petani padi saat ini yakni membersihkan dan menyiapkan lahan, membajak, membersihkan saluran air serta membuat pematang sawah.
“Pertama membersihkan dan menyiapkan lahan, membajak, membersihkan saluran air, bikin pematang sawah,” kata Asman.
Meskipun musim hujan membawa angin segar bagi sektor pertanian, petani juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah potensi banjir dan serangan hama padi yang dapat merusak tanaman yang baru ditanam.
"Kalau musim hujan ini kebanyakan banjir dan dengan datangnya banjir, maka banyak datang hama terutama keong mas yang paling susah di brantas. Waktu paling rentan itu padi baru ditanam, umur seminggu sampai dua minggu" kata Asman.
Oleh karena itu, petani wajib untuk tetap waspada dan memantau kondisi cuaca. Dengan curah hujan yang cukup tinggi, mereka berharap hasil panen tahun ini dapat memenuhi target dan membantu meningkatkan kesejahteraan petani lokal. (Dwi Reski)