SURABAYA, HARIAN DISWAY - Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang tengah dibahas di DPR RI menjadi perhatian serius kalangan akademik.
Majelis Senat Akademik Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (MSA PTNBH) menegaskan sikap aktif dunia kampus dalam mengawal arah kebijakan pendidikan tinggi Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui sidang paripurna MSA PTNBH yang digelar di Airlangga Convention Center (ACC) Universitas Airlangga, Surabaya, Jumat, 6 Februari 2026.
Sidang tersebut mengusung tema Harmonisasi RUU Sistem Pendidikan Nasional dengan Situasi Pendidikan Tinggi dan dihadiri 195 peserta dari 24 PTNBH.
Wakil Presiden Republik Indonesia ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) turut hadir memberikan sambutan dengan menyoroti pengaruh ekonomi makro terhadap perguruan tinggi.
Isu tersebut dinilai relevan di tengah kondisi perekonomian global yang berdampak pada tata kelola, pembiayaan, dan daya saing pendidikan tinggi.
Menurutnya, pendidikan tinggi dan ekonomi makro pun memiliki hubungan yang saling berkaitan. Kestabilan ekonomi, misalnya, menjadi fondasi penting bagi penguatan riset, inovasi, dan peningkatan kualitas lulusan.
Tanpa dukungan ekonomi yang kuat, perguruan tinggi akan menghadapi keterbatasan dalam mengembangkan kapasitas akademik dan infrastruktur.
JK lantas memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan penurunan ekonomi makro. Pertama, penurunan ekonomi dunia yang membuat harga barang menjadi mahal akibat Amerika Serikat menurunkan permintaannya.